Page

Showing posts with label Pengalaman Pribadi. Show all posts
Showing posts with label Pengalaman Pribadi. Show all posts

April 27, 2019

Jadi Ibu

Judulnya adalah dua kata singkat yang mudah untuk ditulis.
Namun tak bisa dipadankan dengan luapan kebahagiaan di dada.
Terdengar mudah, namun tak semudah diucapkan.

Semuanya baru ku sadari, setelah ku jalani.
Ahh, ternyata begitu perasaan seorang Ibu.

Ohh, begitu rasanya melahirkan...
Hmmm, begini toh drama menyusui...
Wahh, anakku sudah bisa makan..
Wahh, bisa jalan ya nak..
Duhh, pinternya makannya habis.
Loh, kokk ga mau makan nak..

Meleleh hati melihat senyum tulusnya.
Mengalahkan jauh rasa cinta dari sang pemberi benih.


Genggaman mungil yang menyejukkan jiwa

Ahh. celoteh seorang Ibu.
Ibu yang rela mengorbankan apapun untuk buah hatinya.


Termasuk hari ini, bolos kuliah, karena demam melanda si kecil kesayangannya.


@nabarianfany


Ibu yang nyambi kuliah
#tidakMudah
#biarAkuSaja

October 06, 2017

Ucapan Ulang Tahun, Bagiku Kini

Selamat Ulang Tahuun...
Wish you all the best my sistaa!!

Met Milaad.. Barakallahu fii umrik..

Happy Birthday,  semoga panjang umur,  dimudahkan semua urusan,  cepet ketemu jodohnya..

------------

Dulu..
Itu aku..

Aku termasuk seseorang yang sangat mudah merangkai kata-kata indah untuk dituliskan.

Memanfaatkan otak kanan,  untuk memberikan stimulus cantik nan sinergis ke tanganku dalam mengetikkan tulisan indah.

Apa susahnya bagiku?
Hanya sekedar mengetikkan kata-kata indah, ucapan doa,  harapan panjang berima.

Ahh,  begitu nikmat semua itu..
Kulihat balasan orang yang kusayangi tersenyum, ucapan respon terimakasih dan harapan balasan nan tak kalah indah dari mereka.

Apa susahnya bagiku?
Aku bisa copas ucapan-ucapan indah yang berseliweran di internet, tambal endingnya, tambahkan sedikit doa. Every words counts..
Balasannya pasti indah dan beragam.

Setelah itu?
Selesai tugasku.

Apa efeknya?
Tidak ada.

Seberapa bahagia penerimanya?
Sepersekian detik.

Bermanfaat untuk kehidupannya?
I doubt that.

Yang kusadari sekarang..
#Kegiatan itu tasyabuh (ikut-ikutan)  tradisi kebarat-baratan,  sesuatu yang tidak disukai Nabiku Muhammad Shollallahu 'alaihi wassalam.

#Ucapan-ucapan itu hanya memberikan kebahagian sepersekian detik kepada orang yang kusayangi, tidak akan berefek sama sekali pada kehidupan dunia maupun akhiratnya.

Yang kuyakini sekarang, berdoa khusyuk setiap sholat untuk orang-orang yang kusayangi, jauh lebih bermanfaat daripada hanya sekedar ucapan yang kuyakini akan dosanya.

Ada efeknya?
Of course!

Apa manfaatnya?
Dunia akhirat!!

Jadi,  untuk orang yang kusayangi..
Baik keluarga,  sahabat,  maupun seseorang yang hanya kukenal sekilas. Jangan harapkan  ucapan selamat dariku. Yakinlah, aku akan luangkan waktu khususku untuk kalian.

Bukan di hadapan kalian..

Ada waktu dan tempat terbaik yang akan kupilih.

Berhadapan dengan Dia, Maha Pencipta dan Pengabul doa.

@nabarianfany

January 01, 2015

Taman Wisata Mangrove Pantai Indah Kapuk

Libur akhir tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk engga mudik ke Palembang. Alasannya sungguh mengiris hati. Apalagi kalau bukan karena, hargaaaa tiket yang sudah meroket sampe Bekasi.
#ElusDompet

Tapi sudahlah pemirsah, jangan bersedih hati, toh saya juga ga sedih-sedih bingit.
Karena liburan kali ini saya akhirnya berhasil menyempatkan diri untuk refreshing ke salah satu tempat wisata "murah" di Jakarta :)
Yaps, sesuai judul saudarah-saudaraah..
Saya akhirnya menginjakkan kaki ke Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Pantai Indah Kapuk.
Jreng..jreng..! 
#MaenGitar

Huoo, perjalanan ini jadi semakin spesial, karena sepenuhnya ditempuh menggunakan transportasi umum maan!By TJ men! On foot men!!
#GegapGempitaaa

Saking spesialnya, kaki masih berasa nyeri.. :))
#PijetKaki

But, it was so special!!
Unforgettable moment!
Saya rela menjadi guide, klo ada temen-temen yang mau saya tunjukkin jalan ke sanaaaa..
Ikhlas..setulus hatii..
Yang pasti temen-temen tau mesti transfer kemana :)
#kasihNomorRekening

*Bercandaaaaaaaaaaa Men
:D :D ciyus banget..

Saya pergi bareng ukhti sholehah nan tangguh, Teh Nine ;)
Bersama 8 adik-adik remaja gaul nan sholehah, adik mentor teh Nine :)
Makasih ya sudah melibatkan saya dalam perjalanan indah ini :*
#kecupSatu2

Baeklah hadirin, tanpa basa-basi lagi, saya share step-step yang saya lalui saat berangkat kesanaah yaah.. Chek this out men! ;D

Departure
1. Baiklah, check point awal saya adalah halte busway Dukuh Atas di Sudirman.
2. Dari Dukuh atas, naek busway koridor 1 ke arah Blok M, transit di Bendungan Hilir (Benhil) [Bayar Rp. 3500,-]
3. Dari Benhil, jalaan men! ke halte Semanggi, lewat jembatan shirottol mustaqimnya yang fenomenal.
4. Hati-hati salah masuk halte ya, tujuan berikutnya adalah halte Semanggi, ke arah Pluit.
5. Naek Busway tujuan Pluit, berhenti di halte sebelum Pluit, sebut saja halte Penjaringan (emang itu namanya kaliii.. =) )
6. Naek bus TJ BKTB tujuan Pantai Indah Kapuk (PIK), busnya lumayan lama, klo mau bawa snack  biar bisa ngemil sambil nunggu busnya, bawa Qur'an juga boleh klo ada yang mau hapalan, lumayan loh *terinspirasi dari adik sholehah, sebut saja Rahmah, yang masih menyempatkan hapalan Qurannya di tengah kesibukan dunia* #tributeToRahmah^^ [Bayar men!, Rp.2500,-]
7. Jangan lupa bilang ma abang pramugara TJ, klo mau ke TWA yak, biar ntar dia kasih tau tempat pemberhentiannya.
8. Pemberhentian biasanya di depan Tzu Chi Primary School, di sini ada tanda penunjuk menuju ke TWAnya. Jalaan lagii men! Ikuti penunjuk jalannya :D
9. Jalan kira-kira 189 m :D, temen-temen akan lihat gerbang TWA!!
10. Bayar tiket masuk men! [Bayar Rp.25.000,-] :D

Fasilitas yang ada di TWA ini diantaranya, 
- Hutan Manggrove
- Pantai
- Wisata air, naek perahu, dll
- Ada tempat pengolahan pupuk organik (klo ada yang mau penelitian :D )
- Ada jembatan kayu, semacam outbond lah
- Oh iya, juga ada perkemahan, tapi kemahnya udah disiapin, bentuknya rumah-rumah kecil gitu.

Yang penting buat saya adalah, pemandangannya yang indah dan udaranya yang sejuk :)
Pokoknya ga nyesel banget men! :)

Oh iya, klo mau pulang gimana kaka? :D
Berikut saya share rute pulang yang saya tempuh,

Mau Pulang
1. Nunggu Busway (TJ) di seberang jalan Tzu Chi Primary School, ini adalah TJ Koridor 12, tujuan akhir Kota. [Bayar Rp. 6000,00]
2. Stop di Penjaringan klo mau ikutin rute keberangkatan, atau bisa juga stop di Kota dan naek busway tujuan Blok M lagi dah :)


Berikut ini foto-foto bukti perjalanan saya ke TWA Mangrove PIK :D


Jembatan Kayunya cukup panjaaang men.. :D

Berhasil menyebrangi jembatan yang terendam air pasang! #yeaaah

Indah Banget loh :') MasyaAllah..




Baiklah, udah terbukti kan :) 
Hehe

Selamat mencoba buat yang ada rencana berlibur ke TWA Mangrove PIK.
Enjoy you journey!

Salam,


August 06, 2014

Anakmu adalah Cerminan dirimu!

Menemukan posting menarik ini di media sosial yang saya ikuti. Postingnya sangat menarik, mengenai perilaku anak yang disebabkan oleh orang tuanya.

Memang benar pepatah buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Apapun yang dilakukan sang anak, pasti berkaitan dengan apa yang telah diajarkan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh orang tuanya.

Berikut isi postingan tersebut :
# ''ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU...!! #
1. Jika anakmu BERBOHONG,itu
karena engkau MENGHUKUMNYA
terlalu BERAT.
2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA
DIRI,itu karena engkau TIDAK
MEMBERI dia SEMANGAT
3. Jika anakmu KURANG
BERBICARA,itu karena engkau TIDAK
MENGAJAKNYA BERBICARA
4. Jika anakmu MENCURI,itu karena
engkau TIDAK MENGAJARINYA
MEMBERI.
5. Jika anakmu PENGECUT,itu karena
engkau selalu MEMBELANYA.
6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI
ORANG LAIN,itu karena engkau
BERBICARA TERLALU KERAS
KEPADANYA.
7. Jika anakmu MARAH,itu karena
engkau KURANG MEMUJINYA.
8. Jika anakmu SUKA BERBICARA
PEDAS, itu karena engkau TIDAK
BERBAGI DENGANNYA.
9. Jika anakmu MENGASARI ORANG
LAIN,itu karena engkau SUKA
MELAKUKAN KEKERASAN
TERHADAPNYA.
10. Jika anakmu LEMAH,itu karena
engkau SUKA MENGANCAMNYA.
11. Jika anakmu CEMBURU,itu karena
engkau MENELANTARKANNYA.
12. Jika anakmu MENGANGGUMU,itu
karena engkau KURANG MENCIUM&
MEMELUKNYA
13. Jika anakmu TIDAK
MEMATUHIMU,itu karena engkau
MENUNTUT TERLALU BANYAK
padanya.
14. Jika anakmu TERTUTUP,itu karena
engkau TERLALU SIBUK.

Jadi, mau seperti apa anakmu nanti?
Prepare yourself! :)


July 21, 2014

Pernyataan sikap menyambut 22 Juli 2014 : "Jangan Ngaku 'Muslim' jika Anda tidak mengamalkan ini!

Bismillahirrahmanirrahiim..

Hari Selasa, 22 Juli 2014 akan menjadi hari bersejarah bagi rakyat Indonesia. Pengumuman hasil real count pemilihan presiden Indonesia akan diumumkan keseluruh pelosok negeri. Presiden terpilih, yang diagungkan "sebagian" pemilih Indonesia sekaligus ditolak "hampir sebagian" pemilih, mau tidak mau akan "dijatuhi" amanah memimpin bangsa ini. Dipuja oleh pendukungnya, dicaci oleh pembencinya.

Capres dan Cawapres peserta pemilu 2014 (sumber gambar :bandung.bisnis.com)

Malam ini, 21 Juli 2014, tidak sampai 24 jam lagi, hasil real count akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saya kira, situasi persaingan akan mulai mereda, namun yang terjadi malah sebaliknya. Apapun yang dilakukan oleh para politisi, mulai dari isu penundaan pengumuman hasil real count hingga isu untuk melaporkan KPU ke Bareskrim POLRI kian santer terdengar di media. Hal ini tentu bukan menjadi perhatian utama saya. Pusat perhatian saya adalah, fenomena "loyalitas" para simpatisan pendukung para capres di Indonesia. Iya, betul sekali, reaksi para "akar rumput" ini, yang menjadi perhatian utama karena sedikit "gesekan" di bawah sini, dapat menimbulkan hal yang fatal.

Para simpatisan, tidak segan-segan menyanjung para capres idolanya melebihi orang tua kandung sendiri. Mereka seperti akan sangat "terluka" jika capres mereka dihujat oleh simpatisan lawan. Posting kumpulan opini dan hujatan para simpatisan, memenuhi setiap halaman media sosial yang saya ikuti dua bulan terakhir. Memang tak sedikit simpatisan yang cerdas, dan memilih beragumen dengan bukti dan fakta, namun tetap saja, keberpihakan pada salah satu capres, masih terasa sangat kental.

Kekhawatiran timbul, saat muncul broadcast message yang berisi akan terjadi "Hari Berdarah" pada esok hari tanggal 22 Juli 2014. Akan ada demo besar-besaran untuk menolak hasil real count KPU, kerusuhan akan berpusat di ibukota. Naudzubillah min dzalik! Jauhkanlah malapetaka dari negeri ini!

Melalui tulisan ini, saya ingin mengingatkan, para saudara muslim di Indonesia, bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menghadapi situasi seperti ini? Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 9 :

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya : 
"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah-satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adil-lah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." – (QS.49:9)
Sudah sangat jelas, firman Allah SWT di atas, bahwa sikap kita sebagai seorang muslim adalah "DAMAI" dan "BERLAKU ADIL atau NETRAL". Di saat dua kubu bertikai, hendaknya kita tidak memihak kepada salah satu dari mereka. Cukuplah kita perang argumentasi, atau mungkin ada yang perang otot atau bahkan perang saudara di saat menjelang pemilu hingga pemilu tiba, namun sekarang pemilu telah usai, mau tidak mau kita harus "TERIMA" hasil yang akan ditetapkan oleh KPU besok. Menang atau kalah capres idola kita, tetaplah kita yakin bahwa Allah SWT. yang telah menetapkan "beliau" sang presiden terpilih menjadi pemimpin Indonesia. Tetaplah menjadi "agen muslim" yang baik, awasi prosesnya, kritisi jika terdapat kecurangan namun jangan pernah melakukan tindakan-tindakan anarkis mengatasnamakan SARA ataupun hal-hal tercela lainnya. Tidak cukupkah firman Allah SWT. di atas bagimu? DAMAI dan BERLAKU ADIL-LAH...

Akhir kata, sebagai muslim yang baik, mari luruskan niat hanya karena Allah SWT, dukung siapapun presiden terpilih nanti, dan selalu berdo'a yang terbaik untuk Indonesia!


October 16, 2012

Sinar Harapan dari PLN untuk Mencerdaskan Jagoan Kecil Indonesia

Post ini saya dedikasikan untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN), sebagai ucapan terima kasih yang tertunda, sekaligus untuk mengikuti kontes blog #HarapanUntukPLN. Bismillahirrahmanirrahiim...


Mari kita berandai-andai...
Jika saya menulis post ini di akhir tahun lalu, tentulah akan tertulis semua keluhan, hinaan dan cacian kepada PLN. Bagaimana tidak?Bukankah itu sudah tertanam di benak rakyat Indonesia?Rekan-rekan pembaca pasti juga mengalami, bagaimana kondisi ketika di perumahan rekan-rekan terjadi pemadaman listrik?
Oh yaaa, saya bisa mendengar gerutuan itu...masih terngiang..
"....Yaaah, mati lampu...sial, film lagi seruu....."
"....G*laaa!padam listrik muluu, gue ada tugass niiih!. Dasar Perusahaan LILIN Negara!!....*
"....Ya ampuun, mati lampuu, target konsumen belum dipenuhi, bangkrut deh karena PLN!, Mana liliiin??..* 
Benar sekali para pembaca. Sedari dulu itulah yang tertanam di benak bangsa kita. Miris, hmmm...kalau ditelusuri, bangsa kita ternyata egois ya?Loh kok saya bisa bicara seperti ini?Jangan-jangan saya pegawai PLN?atau anak, cucu, atau cicit direktur PLN?Hahaa,kalau pembaca curiga seperti itu, sekali lagi pembaca membuktikan kelemahan sifat bangsa kita. Saya tegaskan kepada pembaca yang budiman, kalau di keluarga saya tidak ada satu pun yang merupakan pegawai PLN, kalau benar-benar diperiksa, mungkin tujuh turunan juga belum ada yang pernah menjadi pegawai PLN (beneran mau dicek?tolong yah..hehe).

Hmmm, jadi kenapa saya bicara seperti itu?Kenapa bangsa kita yang egois?Kan PLN yang selalu melakukan pemadaman listrik?Kan yang salah PLN?Kan itu korupsi namanya, PLN bobrok, rusak, cacat moral!Eh..sabar..sabar..baca dulu alasan saya bicara seperti itu, semuanya bermula pada awal tahun 2012, tepatnya ketika saya memulai kegiatan Bill Gates Kecil dari Kampungku (BGK). Intinya BGK adalah kegiatan mahasiswa yang mengajarkan Pendidikan IT untuk anak usia dini di suatu kampung. Pembaca bisa melihat polanya kan?Listrik dan IT...Benar sekali!Sangat berhubungan bukan?Oke saya mulai kisahnya ya..

Tak ada yang lebih menakutkan bagi saya saat itu, selain pemadaman listrik tiba-tiba dari PLN. Setiap akan memulai aktivitas, saya selalu memasukkan doa pamungkas dalam setiap tahajud yang saya lakukan. "Ya Allah, semoga besok tidak terjadi pemadaman listrik...Aku mohon padaMu Ya Allah..aamiin". Doa itu meluncur begitu saja tanpa direncanakan ataupun dipikirkan. Benar, memang benar..Waktu itu saya masih "tidak bersahabat" dengan yang namanya PLN, akibatnya muncul rasa ketidakpercayaan yang luar biasa memuncak. Kenapa saya begitu takut akan pemadaman listrik?ada apa gerangan?Jawabannya sangat sederhana, saya tidak ingin mengecewakan peserta pelatihan yang notabene masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar. Bayangkan saja, saking semangatnya para peserta itu untuk mengikuti pelatihan, mereka rela berdatangan satu jam sebelum acara dimulai, bahkan ada peserta yang datang lebih pagi dari panitia (mahasiswa) dan membukakan kunci pagar tempat pelatihan, mereka bahkan telah menyapu dan membersihkan tempat pelatihan sebelum panitia tiba!Bayangkan lagi, jika semangat mereka yang berkobar itu disiram dengan air sedingin es dengan kejadian luar biasa yang disebut dengan "pemadaman listrik"?Membayangkannya pun saya tak sanggup...Mari lihat dokumentasi antusiasme dan senyum mereka...

Antusiasme peserta BGK, bayangkan saja kalau listrik padam?
Senyum peserta setelah menyelesaikan pelatihan selama dua bulan
Begitulah rekan-rekan pembaca yang budiman. Ternyata dalam rentang waktu dua bulan pelaksanaan acara BGK, tidak satu detik pun terjadi pemadaman listrik. Kegiatan berjalan lancar, materi disampaikan secara interaktif menggunakan proyektor. Para peserta berhasil praktik menggunakan notebook yang disediakan tanpa  kekurangan daya. Ditambah lagi sejuknya ruangan TPA yang kami gunakan akibat hembusan sebuah kipas angin kecil. Subhanallah, dalam kondisi seperti itu kembali terngiang satu ayat surah Ar-Rahman di dalam Al-Qur'an, "..maka nikmat Kami yang manakah yang kamu dustakan?.."

Semenjak itu, saya mulai mengoreksi diri. Saya tidak lagi langsung memberikan "stempel" negatif pada PLN. Saya mulai menerima, bahwa PLN sudah mulai berbenah. Pemadaman listrik sudah jarang terjadi, jikalau pun terjadi, telah ada pemberitahuan di surat kabar lokal mengenai waktu dan lamanya pemadaman. Jika tidak ada pemberitahuan sebelumnya, biasanya terjadi pemadaman akibat gangguan pada gardu yang diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi. Semuanya pasti telah dikoordinir, PLN pasti ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia, sama seperti kami yang tidak ingin mengecewakan jagoan kecil BGK kami di kala itu. Ya, kami paham. Saya paham. Terima kasih PLN...

Namun, perjuangan itu belum berakhir. Masih banyak pembaruan yang harus PLN lakukan. Saya sangat mendukung usaha PLN dalam komitmennya untuk menjalankan praktek penyelenggaraan korporasi yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat. Ada harapan besar yang ingin saya utarakan kepada PLN, saya harap PLN...
  1. Mampu berkontribusi dalam mencerdaskan seluruh masyarakat Indonesia dengan berusaha maksimal memenuhi aliran listrik ke pelosok negeri, ke kampung-kampung, sehingga semua masyarakat di Indonesia terutama anak-anak usia dini dapat merasakan pendidikan dalam sinar harapan, bukan dalam kekelaman yang suram.
  2. Mendukung dan berkontribusi dalam proyek penemuan sumber daya alternatif, yang tentunya teknologinya dapat dimanfaatkan dan diimplementasikan olen PLN. Saya sangat berharap PLN dapat tetap konsisten dalam mendukung pengembangan teknologi listrik tenaga surya dan pemanfaatan teknologi tersebut pada kendaraan bermotor. 
  3. Tidak segan-segan memberikan penyuluhan dan sosialisasi sebagai ajang pendekatan kepada masyarakat. Hal ini dapat membantu mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin dilakukan masyarakat yang belum paham, diantaranya menunggak membayar tagihan listrik, mencuri daya listrik, dll. Kegiatan sosialisasi hendaknya dijadikan kegiatan rutin, terutama di daerah-daerah pelosok negeri, yang masyarakatnya masih berpendidikan rendah.
Demikianlah cerita saya mengenai PLN, terima kasih PLN, dengarkanlah harapanku untukmu...
Selamat berbenah dan terus berbenah!



June 16, 2012

My Tweets About SOS Morse Signal

Ini salinan tweets saya mengenai sinyal bunyi morse SOS, disimak ya, semoga bermanfaat..


dit..dit..dit... daa...daa...daa... dit.dit.dit.. 


Siang tadi nonton Discovery Channel ttg sepasang suami istri yang terdampar di (pinjem istilah JB) 'some random country' 


Intiny selagi si istri nnagkep ayam liar untuk makan, si suami sibuk merakit alat untuk ngirim sinyal radio dari aki bekas 


Ketukannya pake sandi morse SOS..di salah satu novel Dan Brown (Deception Point) juga pernah dibahas ttg sandi ini.. 


Oh ya S.O.S singkatan dari apa sih?? :D ak jg br "ngeh" pas nonton acara td siang.. 


yup..bener tuh! S.O.S --> "Save Our Souls" 


nah bunyi sandi SOS tuh yag dipost pertama kali tadi.. "dit.dit.dit daa.daa.daa dit.dit.dit" 


dit... (diketuk cepet 3x) daa(diketuk 3x kira2 1/2 ketukan not balok(inget g??) pokony agak pnjg dr yg dit.) 


klo lg ad yang butuh pertolongan, tp g bs triak mnt tlg, bikin aja bunyi sinyal morse SOS..tggl ambil batu, ketok2 deh! ^^ 


oh ya, klo lagi galau TA (lagi butuh pertolongan juga kan??) bisa bikin sandi SOSnya..tapi yang diketok Laptopnya ^^v

Selesai deh, eh tweet yang terakhir cm guyonan loh, don't try tht at home! :)

March 19, 2012

Belajar dari Seorang "Deni"

Sungguh sobat, pada postingan kali ini penulis benar-benar berharap ada pelajaran yang dapat kita ambil. Kisah ini bermula pada hari ini (Minggu, 18 Maret 2012).

Pagi ini matahari sangat bersemangat menyinari langit Palembang. Penulis pun tak mau kalah semangat dalam melakukan aktivitas di Minggu pagi ini. Ada yang spesial sobat, beberapa minggu ini penulis ikut serta dalam pelaksanaan PKMM Bill Gates Kecil dari Kampungku setiap pagi dari pukul 10.00-12.00. Pukul 9.30 teman-teman anggota tim sudah datang dan bersiap-siap untuk memulai acara. Hingga akhirnya perasaan kami sedikit tergugah ketika menerima sms dari salah satu anggota tim yang saat itu tidak hadir, isi teks smsnya adalah sbb :
"Teman-teman mohon doanya untuk keselamatan adik kami deni hidayat. Deni dalam keadaan kritis."
Serentak keadaan berubah agak panik. Kami saling bertanya-tanya, "ada apa gerangan dengan adik teman kami (Risma Meilinda)?". Pembahasan pun berlanjut ke adiknya risma, deni hidayat dan "keistimewaannya". Sobat...., penulis belum pernah bertatap muka dengan deni, tapi ketika mendengar cerita dari teman-teman entah mengapa penulis merasa sudah merasa kenal bahkan ada rasa "sayang" ke adik temanku tersebut. Dalam hati penulis berdoa sambil berucap,"Deni, cepet sembuh ya...Ayuk (kakak perempuan :red) juga pengen ketemu  sama deni...". Setelah pembahasan tersebut, penulis dan teman-teman melanjutkan aktivitas dengan hati sedikit "galau", namun acara tetap berjalan lancar.


Kira-kira pukul 14.15 wib, penulis dan teman-teman mengunjungi rumah sakit PUSRI, tempat deni dirawat. Karena bukan waktu kunjungan, penulis dkk tidak diizinkan masuk. Akhirnya, teman kami Risma yang keluar dan menyambut buah tangan yang kami bawa. Baru keluar, kami sudah meminta Risma bercerita sambil berdiri, hasilnya baru beberapa kata yang terucap, Risma sudah menitikkan air mata. Kami pun hanya bisa berdiri mengelilingi Risma. Satu-dua kalimat penghibur terucap, tapi kami yakin tidak akan banyak membantu. Dari ceritanya kami mengetahui, ternyata Deni sakit jantung mendadak. Tidak ada gejala maupun pertanda. Bisa kami bayangkan "keterkejutan" yang dialami keluarga Risma. Setelah berusaha menghibur dan memastikan Risma  minum teh manis sebagai asupan glukosa, kami pun pamit pulang.


Di rumah, sesuai janji pada Risma, penulis mendoakan agar Deni bisa melawati masa kritis. Usai berdoa dan bersiap sholat magrib, penulis membaca sms masuk di hp penulis, pengirimnya adalah Risma, dan isinya sungguh membuat penulis terkejut...

March 04, 2012

PKM Bill Gates Kecil dari Kampungku

Awal tahun 2012 adalah momen yang paling berharga dalam hidupku hingga saat ini. Setelah terpilih menjadi mahasiswa teladan, ternyata ada lagi "kejutan" dari Allah SWT. Proposal PKM yang aku dan teman-teman usulkan ke DIKTI ternyata dinyatakan LULUS dan akan didanai pada tahun 2012. Subhanallah, terus terang kejutan ini aku anggap sebagai UJIAN dari Allah, kok ujian ya? Bukan dianggap hadiah? Tidaak, sama sekali tidak ku anggap sebagai hadiah, karena aku merasa masih belum pantas untuk mendapatkan hadiah dari -Nya. Aku yakin, Allah ada rencana di balik momen ini..

Aku yakin Allah ingin menguji kemampuan ku dalam mengatur waktu dan pelaksanaan tugas.
Mengapa demikian?

Tahun ini, aku ingin wisuda, TA1 sudah aku lewati, penelitian juga sudah aku lakukan, tinggal pengimplementasian ke dalam sebuah aplikasi perangkat lunak. Tapi Allah tidak ingin aku menyia-nyiakan masa-masa mahasiswaku dengan hanya berkutat dengan tugas kuliah, Allah tidak ingin aku hanya fokus untuk mendapatkan gelar S.Kom (Sarjana Komputer), Dia ingin aku "lebih", Dia ingin kasih aku kesempatan luar biasa ini. Ya Allah, Maha Suci Engkau Zat yang paling Mulia.

PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) bidang pengabdian Masyarakat yang aku dan teman-temanku laksanakan sekarang diberi judul "Bill Gates Kecil dari Kampungku", tujuannya adalah mensosialisasikan pengetahuan teknologi informasi kepada Anak-anak usia SD di kampung-kampung, target kampung yang terpilih adalah tempat tinggalku, RW.02 Kel. Kebun Bunga Kecamatan Sukarami.

Aku, teman-temanku dan peserta Bill Gates Kecil dari Kampungku (bahagia melihat senyum mereka)

Aku yakin banyak hikmah dan pelajaran yang akan kudapatkan dari kegiatan ini. Hingga hari ini pelajaran yang kudapatkan sudah cukup banyak. Diantaranya, aku lebih memahami makna "kerja sama tim", aku jadi memahami prosedur penyaluran dana di fakultasku, prosedur peminjaman alat, hingga prosedur penyelenggaraan kegiatan di kampungku. Untuk pelaksanaan tugas ini pun, aku sudah tatap muka dengan pejabat fakultas bahkan Universitas beberapa kali. Diantaranya PR I bapak Prof. Dr. Zulkifli Dahlan dan PR II Ibu Dr. H. Kencana Dewi. Semuanya sangat antusias dalam membantu kegiatan kami.

Subhanallah, maka nikmat Allah manakah yang kamu dustakan?
Aku pasti menitikkan air mata kalau ingat begitu banyak "kejadian-kejadian" yang mengandung hikmah dan pelajaran dari Allah SWT. Aku yakin, Allah sangat sayang hamba-Nya, dan aku akan berusaha melakukan apapun dengan tujuan tulus mengabdi kepada-Nya. Hanya Allah Azza wa Jalla.

February 06, 2012

Kisah di Februari - "Dasar Wong Plembang"!

Kisah dimulai pada hari pertama masa perkuliahan Semester Genap 2011-2012, hari Senin 6 Februari 2012. Saya dengan senang hati menuju Indralaya, kampus Unsri tercinta. Setelah menyelesaikan semua urusan di kampus (hari itu saya tidak ada jadwal kuliah), saya segera pulang menuju Palembang  menggunakan Bus Mahasiswa. Tentunya untuk sampai ke rumah saya harus kembali menaiki angkutan transportasi yg lain, BRT TransMusi (TM) merupakan pilihan favorit saya ^^. Saya menunggu TM di halte bawah jembatan AMPERA, di halte inilah kisah ini mencapai klimaks....

Saat itu pukul 13.15 (saya sudah menunaikan shalat dzuhur di mushola terdekat), belum ada TM yang mangkal di halte, namun penumpang sudah meluber memenuhi tempat masuk depan halte,saya yang kebetulan sedang berpuasa dengan sabar menunggu di bawah (di kursi tunggu TM yang disediakan). Di samping saya, seorang bapak dan ibu parobaya asik berceloteh, kira-kira begini isi celotehan mereka, 

Ibu tua  (IT): "Cacaam alangke rameeenyo ooooi...!"

Bapak parohbaya (BP) : "Iyooo,ramee niaaan, bawak barang cak nak mudik be,alangke besaknya setuo itu"! (sambil menunjuk barang bawaan salah satu penumpang)

IT  :  "Padahal kan dak boleh bawa sebesak ituu yee..?"

BP  :  "Iyo, kemaren tu pas masih baru, dikontani oleh keneknyo (red:pramugara)"!

(TransMusi Ukuran JUMBO akhirnya tibaa...)

IT   :  "Ai,lemak agek b lah naek,nunggu bus sikok lagi,rame nian cak itu, cakmano nak turun lagi penumpangnya,ditutupi samo yg nak naek galo, gilo nian!"

BP  : "Iyo dak katek kesadaran nian wong Palembang ni, payah,cak mano nak jadi kota Internasional, masih jauh..!

IT  : "Iyo, Caro Wong Plembang Lah! hhahahaa dasar nian wong Plembang ni!

(penumpang di atas semakin seru berdesakan, terdengar teriakan pramugara, "Minggir dulu buk!", "Awas buk!", "Pegang anaknya buk!", "Nyampaaaak buuk!", dst.dsb.)

January 20, 2012

Mahasiswa Teladan Fasilkom UNSRI 2011

Bismillahirrahmanirahiim...

Saya kembali bercerita mengenai pengalaman pribadi yang saya alami dalam menjalani hidup ini.

Pengalaman ini saya dapatkan di akhir semester 7 saya di Teknik Informatika Fasilkom Unsri, tepatnya di bulan Desember 2011. Alhamdulillah, saya diberi amanah untuk menjadi mahasiswa teladan pada periode pemilihan tersebut.

Sebenarnya saya hanya ingin berpartisipasi dan mencoba,tidak ada niat untuk mendapatkan kemenangan, syarat-syarat yang diajukan pun saya penuhi, dimulai dari pengumpulan KHS nilai IPK terakhir, pengumpulan sertifikat, surat pernyataan bebas narkoba hingga penulisan essay pendek (200 kata) mengenai MAHASISWA BERPRESTASI. Pada kesempatan ini saya akan share mengenai essay yang saya tulis,
 
Mahasiswa Berprestasi, terdiri dari dua kata, mahasiswa dan berprestasi. Kata mahasiswa sendiri merupakan kombinasi dari kata maha yang berarti “sesuatu yang paling  tinggi atau agung” dan siswa yang berarti “pelajar pada suatu akademi”. Jika digabungkan definisi dari kedua kata tersebut maka pengertian mahasiswa adalah pelajar pada suatu akademi yang memiliki derajat tertinggi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata mahasiswa berarti pelajar pada suatu perguruan tinggi.  Sedangkan kata prestasi berarti “hasil yang dicapai dari sesuatu yang telah dikerjakan”, jika ditambahkan awalan ber- maka akan menjadi kata berprestasi yang bermakna “menunjukkan prestasi yang dimiliki”. Lantas, apakah makna dari mahasiswa berprestasi? Apakah mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi? Menurut pendapat saya, mahasiswa dapat dikatakan berprestasi jika mencapai kesuksesan pada tiga aspek berikut, yaitu spritual, emosional dan intelektual.

Aspek pertama yaitu kesuksesan spritual, berarti mahasiswa tersebut harus memiliki keimanan kepada Sang Pencipta. Mahasiswa menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini hanyalah sebagai makhluk yang bertugas untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Setiap aktivitas yang dimilikinya, seperti menuntut ilmu dan bersosialisasi dengan orang lain semata-mata merupakan perwujudan ibadah yang ditujukan kepada Sang Khalik. Dengan adanya keyakinan itu, maka akan timbul kepercayaan pada diri mahasiswa tersebut bahwa segala hasil yang terjadi merupakan kehendak-Nya. Hal ini sangat penting untuk membangun karakter mahasiswa yang berjiwa besar dalam menghadapi cobaan dan ujian di dalam hidup.

November 21, 2011

Belajar dari Sopir Angkot -Motivasi-

Bismillah, hari ini postingannya lagi-lagi mengenai kisah hidup empunya blog :), ditulis sebagai kenangan hidup sekaligus pembelajaran, yang mau baca silakan, gak mau juga diucapkan makasih karena udah nyasar ke blog ini ^_^

Kisah ini dimulai ketika saya harus pulang sendiri dari kampus UNSRI tercinta, perjalanan UNSRI Indralaya- Palembang (rumahku) biasanya ditempuh dalam waktu 2 jam, maklum rumah saya memang agak jauh dari tengah kota. Hari itu cuaca sangat sejuk, subhanallah nikmat Allah yang dilimpahkan pada hamba-Nya saat itu. Kebetulan penulis harus pulang sendiri, dikarenakan "teman pulang" lagi ada kerjaan di kampus. Karena sendiri, jadi saya putuskan untuk pulang menggunakan jalur yang tak biasa, yaitu jalur bus PS (biasanya saya klo bareng teman-teman pulang dari arah Kertapati).  Pemilihan jalur ini dikarenakan saya yakin (seyakin-yakinnya) bahwa bus yang saya tumpangi pasti akan tiba di palembang saat Azan Dzuhur telah berkumandang, klo saya lewat jalur biasa (kertapati) untuk sholat perjalanannya agak ribet, sebagai info, bus kertapati tidak diperbolehkan menyebrang ke arah kota melalui Jembatan AMPERA (klo mau nyeberang dari sungai,kyaknya gak masalah :P ), sedangkan keberadaan masjid yang "layak pakai" kebanyakan di seberang jembatan ampera ("layak pakai" diartikan bukan pada kemewahan Masjid, tapi dari segi kebersihan masjid menurut saya, terutama kebersihan tempat wudhu), nah berbeda ceritanya kalau saya lewat PS, bus PS menyebrang melalui jembatan MUSI 2, dan bus melintasi mesjid yang sangat layak pakai (namanya lupa,tp mesjid yg berada di depan RS. Siti Khadijah itu loh.. ^^), jadil itulah alasan mengapa saya lebih suka kalau pulang lewat jalur PS.

Ketika selesai melaksanakan shalat zuhur, saya biasanya menunggu angkot arah TL.Betutu untuk pulang ke rumah. Dari kejauhan saya lihat ada angkot yang berada pada jalur saya berdiri, tapi  angkot tersebut sepertinya lagi menunggu penumpang lain (alias NGETEM ) padahal disana gak ada penumpangnya yg lagi ngincer angkot! Saya mencoba menarik perhatian dengan melambaikan tangan saya ke arah angkot tersebut. Tapi angkot yg saya harapkan menghampiri saya tetap tidak bergerak (saya mengharapkan naik ke angkot itu, karena saya lihat ada beberapa penumpang yang telah naik pada angkot tersebut), saya tetap tidak berputus asa, pada usaha kedua saya kembali melambaikan tangan (dengan agak berlebihan), tapi si angkot harapan gak kunjung bergerak (naudzubillah min dzalik..sabar jeng..). Saya pun pasrah, sekitar 6 menit saya menunggu angkot harapan bergerak, tapi hasilnya nihil.  Tiba-tiba dari belakang si angkot harapan, saya lihat ada angkot kedua yang melaju kencang, dengan tersigap saya lihat angkot pertama mencoba melaju, tapi angkot kedua berhasil duluan mencapai ke tempat saya menunggu, sebenarnya saya ragu untuk menaiki angkot kedua tersebut, karena tidak ada penumpang satupun di dalamnya, saya takut si sopir nanti kelamaan ngetem seperti sopir angkot pertama. Namun, mungkin karena sifat  saya yang tidak mau mengecewakan seseorang, saya pun membuka pintu angkot dan duduk sendiri di bagian tengah.