Page

January 20, 2012

Mahasiswa Teladan Fasilkom UNSRI 2011

Bismillahirrahmanirahiim...

Saya kembali bercerita mengenai pengalaman pribadi yang saya alami dalam menjalani hidup ini.

Pengalaman ini saya dapatkan di akhir semester 7 saya di Teknik Informatika Fasilkom Unsri, tepatnya di bulan Desember 2011. Alhamdulillah, saya diberi amanah untuk menjadi mahasiswa teladan pada periode pemilihan tersebut.

Sebenarnya saya hanya ingin berpartisipasi dan mencoba,tidak ada niat untuk mendapatkan kemenangan, syarat-syarat yang diajukan pun saya penuhi, dimulai dari pengumpulan KHS nilai IPK terakhir, pengumpulan sertifikat, surat pernyataan bebas narkoba hingga penulisan essay pendek (200 kata) mengenai MAHASISWA BERPRESTASI. Pada kesempatan ini saya akan share mengenai essay yang saya tulis,
 
Mahasiswa Berprestasi, terdiri dari dua kata, mahasiswa dan berprestasi. Kata mahasiswa sendiri merupakan kombinasi dari kata maha yang berarti “sesuatu yang paling  tinggi atau agung” dan siswa yang berarti “pelajar pada suatu akademi”. Jika digabungkan definisi dari kedua kata tersebut maka pengertian mahasiswa adalah pelajar pada suatu akademi yang memiliki derajat tertinggi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata mahasiswa berarti pelajar pada suatu perguruan tinggi.  Sedangkan kata prestasi berarti “hasil yang dicapai dari sesuatu yang telah dikerjakan”, jika ditambahkan awalan ber- maka akan menjadi kata berprestasi yang bermakna “menunjukkan prestasi yang dimiliki”. Lantas, apakah makna dari mahasiswa berprestasi? Apakah mahasiswa dengan nilai IPK tertinggi? Menurut pendapat saya, mahasiswa dapat dikatakan berprestasi jika mencapai kesuksesan pada tiga aspek berikut, yaitu spritual, emosional dan intelektual.

Aspek pertama yaitu kesuksesan spritual, berarti mahasiswa tersebut harus memiliki keimanan kepada Sang Pencipta. Mahasiswa menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini hanyalah sebagai makhluk yang bertugas untuk selalu beribadah kepada Allah SWT. Setiap aktivitas yang dimilikinya, seperti menuntut ilmu dan bersosialisasi dengan orang lain semata-mata merupakan perwujudan ibadah yang ditujukan kepada Sang Khalik. Dengan adanya keyakinan itu, maka akan timbul kepercayaan pada diri mahasiswa tersebut bahwa segala hasil yang terjadi merupakan kehendak-Nya. Hal ini sangat penting untuk membangun karakter mahasiswa yang berjiwa besar dalam menghadapi cobaan dan ujian di dalam hidup.

Aspek kedua yaitu kesuksesan emosional, berati mahasiswa tersebut mampu mengendalikan emosi yang dimilikinya. Dari keberhasilannya mengendalikan emosi maka dengan sendirinya ia akan mengalami kemudahan dalam bersosialisasi. Orang-orang di sekeliling mahasiswa tersebut akan selalu merasa nyaman. Kesuksesan dalam aspek emosional juga ditandai dengan keikutsertaan mahasiswa tersebut dalam aktivitas organisasi,  serta keinginan untuk membahagiakan orang di sekitarnya dengan tindakan nyata, sebagai contoh keinginan untuk membahagiakan orang tuanya.

Aspek yang terakhir yaitu kesuksesan intelektual. Saya percaya kesuksesan dalam aspek ini dapat dicapai dengan usaha dan ketekunan yang tinggi.  Nilai IPK merupakan salah satu barometer yang menunjukkan ketekunan mahasiswa tersebut dalam mempelajari materi perkuliahan. Namun, IPK bukan hal mutlak yang mencirikan seorang mahasiswa berprestasi.  Kemampuan untuk memanajemen waktu adalah hal yang paling utama  Pada tahap inilah tingkat intelektual seorang mahasiswa dibutuhkan. Mahasiswa yang sukses dalam aspek intelektual adalah mahasiswa yang mampu “memimpin” waktu agar dapat digunakan seefektif mungkin.

Akhir kata, jika kesuksesan pada ketiga aspek tersebut telah dimiliki oleh seorang mahasiswa, maka ia pantas menyandang gelar “Mahasiswa Berprestasi”. Prestasi yang diraih bukan hanya berorientasi pada dunia yang fana, namun telah menuju kepada akherat yang abadi.
Setelah tahap pertama selesai dilaksanakan, diumumkan 5 calon yang berhasil lolos. Penentuan 3 besar selanjutnya diadakan wawancara dengan dua orang dosen di Fasilkom. Tahap pertama wawancara dilakukan oleh Bapak Syamsuryadi, Mkom (Ex. PD III) dan tahap kedua oleh Bapak Yurzal Djamaan, S.Pd (Kabag TU). Alhamdulillah, ternyata saya berhasil lolos dan terpilih menjadi mahasiswa teladan Fasilkom 2011. Ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang besar bagi saya pribadi. Semoga saya dapat memberikan yang terbaik bagi FASILKOM Unsri. Saya percaya saya bukan yang terbaik,tapi saya akan tetap mencoba.. Insya Allah aamiin.

Pengalaman yang tak terlupakan lainnya,yaitu akibat kompetisi ini, saya dapat lebih mengenal panitia dari BEM dan para peserta Mahasiswa Teladan yang luar biasa. Unforgettable moment, I won't regret it! :)

No comments:

Post a Comment