Kisah dimulai pada hari pertama masa perkuliahan Semester Genap 2011-2012, hari Senin 6 Februari 2012. Saya dengan senang hati menuju Indralaya, kampus Unsri tercinta. Setelah menyelesaikan semua urusan di kampus (hari itu saya tidak ada jadwal kuliah), saya segera pulang menuju Palembang menggunakan Bus Mahasiswa. Tentunya untuk sampai ke rumah saya harus kembali menaiki angkutan transportasi yg lain, BRT TransMusi (TM) merupakan pilihan favorit saya ^^. Saya menunggu TM di halte bawah jembatan AMPERA, di halte inilah kisah ini mencapai klimaks....
Saat itu pukul 13.15 (saya sudah menunaikan shalat dzuhur di mushola terdekat), belum ada TM yang mangkal di halte, namun penumpang sudah meluber memenuhi tempat masuk depan halte,saya yang kebetulan sedang berpuasa dengan sabar menunggu di bawah (di kursi tunggu TM yang disediakan). Di samping saya, seorang bapak dan ibu parobaya asik berceloteh, kira-kira begini isi celotehan mereka,
Ibu tua (IT): "Cacaam alangke rameeenyo ooooi...!"
Bapak parohbaya (BP) : "Iyooo,ramee niaaan, bawak barang cak nak mudik be,alangke besaknya setuo itu"! (sambil menunjuk barang bawaan salah satu penumpang)
IT : "Padahal kan dak boleh bawa sebesak ituu yee..?"
BP : "Iyo, kemaren tu pas masih baru, dikontani oleh keneknyo (red:pramugara)"!
(TransMusi Ukuran JUMBO akhirnya tibaa...)
IT : "Ai,lemak agek b lah naek,nunggu bus sikok lagi,rame nian cak itu, cakmano nak turun lagi penumpangnya,ditutupi samo yg nak naek galo, gilo nian!"
BP : "Iyo dak katek kesadaran nian wong Palembang ni, payah,cak mano nak jadi kota Internasional, masih jauh..!
IT : "Iyo, Caro Wong Plembang Lah! hhahahaa dasar nian wong Plembang ni!
BP : "Iyo dak katek kesadaran nian wong Palembang ni, payah,cak mano nak jadi kota Internasional, masih jauh..!
IT : "Iyo, Caro Wong Plembang Lah! hhahahaa dasar nian wong Plembang ni!
(penumpang di atas semakin seru berdesakan, terdengar teriakan pramugara, "Minggir dulu buk!", "Awas buk!", "Pegang anaknya buk!", "Nyampaaaak buuk!", dst.dsb.)
BP : "Ai rusak niaan,liatlah kan lah ado tulisannya, yg sebelah sano tu untuk penumpang NAIK (menunjuk ke arah kiri) yg sano untuk penumpang TURUN (menunjuk ke arah kanan), dasar buto nian, dak pacak baco apo &%xxxxxx(_@&#%&@@## (terlalu kasar,jadi saya sensor :) )
IT : "Iyoo yee, dasar wong plembang!"
BP : "Dasar nian Wong Plembang!"
(bus TM jumbo sudah berangkat, penumpang di atas masih ada yang tersisa, bus yang ukuran sedang pun akhirnya tiba..)
(bus TM jumbo sudah berangkat, penumpang di atas masih ada yang tersisa, bus yang ukuran sedang pun akhirnya tiba..)
BP : "Nah ado bus sikok lagi...."
IT : "nah naek kito..."
saya pun bergegas naik dari arah yang telah ditentukan (tempat NAIK), meski agak jauh beberapa meter, tapi saya rela agak sedikit memutar (mengingat di belakang saya ada BP dan IT yang berceloteh tadi..)Agak berdesak-desakan akhirnya saya tiba di tempak NAIK, tapi langkah saya terhenti karena padatnya penumpang di depan saya, dan yang lebih membuat saya tidak dapat melangkahkan kaki adalah pemandangan yang saya saksikan..
saya pun bergegas naik dari arah yang telah ditentukan (tempat NAIK), meski agak jauh beberapa meter, tapi saya rela agak sedikit memutar (mengingat di belakang saya ada BP dan IT yang berceloteh tadi..)Agak berdesak-desakan akhirnya saya tiba di tempak NAIK, tapi langkah saya terhenti karena padatnya penumpang di depan saya, dan yang lebih membuat saya tidak dapat melangkahkan kaki adalah pemandangan yang saya saksikan..
Ibu dan bapak yang berceloteh tentang "Wong Plembang" tadi, ternyata tidak berada di belakang saya menuju ke tempat NAIK, ternyata mereka memilih naik dari tempat TURUN, alhasil karena lebih dekat dengan pintu bus, mereka pun masuk duluan dan mendapatkan tempat duduk yang nyaman di dalam bus, terlihat wajah sumringah mereka ketika menghirup udara AC di dalam bus. Sedangkan saya, tidak bisa masuk lagi,karena penumpang sdh dalam batas maksimal.Dengan terpana saya menatap wajah kedua orang tua yang terhormat tadi melintas seiring dengan melajunya bus TM..
Dalam hati saya berteriak....
"DASAR WONG PLEMBANG!..." (~,~")
Dalam hati saya berteriak....
"DASAR WONG PLEMBANG!..." (~,~")
No comments:
Post a Comment