Page

Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

October 10, 2017

SAUDARAKU, KEMANA AKALMU...?

✒Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar

Manusia sangat cerdas hingga mampu memecahkan rahasia alam yang sangat rumit, tapi terkadang manusia teramat bodoh, cobalah dipikirkan...

Semua orang yakin bahwa dirinya pasti mati...
Ia melihat saudaranya, juga teman-temannya yang mati, bahkan ia turut mengantarkan ke kuburan...

Namun tetap saja ia lupa akan mati dan tidak berusaha keras untuk mengumpulkan bekal akhirat. Bukankah manusia yang sedang mengantarkan juga menunggu giliran untuk mati...?

Dan sapi pun demikian.
Meskipun tempat penjagalan hanya berjarak beberapa meter darinya, ia tetap saja makan rumputan segar dengan lahapnya...

Kalau saja sapi itu mau berfikir, tentu ia akan menyadari bahwa gilirannya dijagal mungkin tinggal beberapa menit lagi, ia tentu akan berupaya melarikan diri, atau setidak-tidaknya nafsu makannya akan hilang...

Lalu bagaimana dengan sikap manusia yang berakal, apakah mereka mau dipersamakan dengan para sapi yang terus melahap makanannya, padahal yang pasti akan mendatanginya yaitu KEMATIAN...!?

Qotadah rahimahullah berkata :

"Allah menciptakan Malaikat dengan akal tanpa syahwat, dan menciptakan hewan dengan syahwat tanpa akal, serta menciptakan manusia dan menjadikan baginya akal dan syahwat. Maka barangsiapa akalnya mengalahkan syahwatnya, maka dia bersama Malaikat, dan barangsiapa syahwatnya mengalahkan akalnya, maka dia seperti hewan".

('Uddatush Shabirin 1/15)

Amr bin ‘Ash radhiyallahu 'anhu berkata :

لو يعلم أحدكم حقيقة جهنّم لصرخ منها حتى ينقطع صوته ولصلّّى حتى ينكسر صلبه

*"Seandainya salah seorang di antara kalian mengetahui hakikat Neraka Jahanam, niscaya dia akan menjerit sekeras-kerasnya (minta tolong kepada Allah) sampai suaranya terputus. Dan niscaya dia juga akan melakukan shalat sampai tulang punggungnya patah".*

(Zawaid az-Zuhd oleh Ibnul Mubarak no.1007)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

__________________________
Dipost Ustadz Najmi Umar Bakar -hafizhahullah- Arbi'a 14 Al-Muharram 1439 H / 4 Oktober 2017

http://www.salamdakwah.com/artikel/4469-saudaraku-kemana-akalmu

October 06, 2017

Ucapan Ulang Tahun, Bagiku Kini

Selamat Ulang Tahuun...
Wish you all the best my sistaa!!

Met Milaad.. Barakallahu fii umrik..

Happy Birthday,  semoga panjang umur,  dimudahkan semua urusan,  cepet ketemu jodohnya..

------------

Dulu..
Itu aku..

Aku termasuk seseorang yang sangat mudah merangkai kata-kata indah untuk dituliskan.

Memanfaatkan otak kanan,  untuk memberikan stimulus cantik nan sinergis ke tanganku dalam mengetikkan tulisan indah.

Apa susahnya bagiku?
Hanya sekedar mengetikkan kata-kata indah, ucapan doa,  harapan panjang berima.

Ahh,  begitu nikmat semua itu..
Kulihat balasan orang yang kusayangi tersenyum, ucapan respon terimakasih dan harapan balasan nan tak kalah indah dari mereka.

Apa susahnya bagiku?
Aku bisa copas ucapan-ucapan indah yang berseliweran di internet, tambal endingnya, tambahkan sedikit doa. Every words counts..
Balasannya pasti indah dan beragam.

Setelah itu?
Selesai tugasku.

Apa efeknya?
Tidak ada.

Seberapa bahagia penerimanya?
Sepersekian detik.

Bermanfaat untuk kehidupannya?
I doubt that.

Yang kusadari sekarang..
#Kegiatan itu tasyabuh (ikut-ikutan)  tradisi kebarat-baratan,  sesuatu yang tidak disukai Nabiku Muhammad Shollallahu 'alaihi wassalam.

#Ucapan-ucapan itu hanya memberikan kebahagian sepersekian detik kepada orang yang kusayangi, tidak akan berefek sama sekali pada kehidupan dunia maupun akhiratnya.

Yang kuyakini sekarang, berdoa khusyuk setiap sholat untuk orang-orang yang kusayangi, jauh lebih bermanfaat daripada hanya sekedar ucapan yang kuyakini akan dosanya.

Ada efeknya?
Of course!

Apa manfaatnya?
Dunia akhirat!!

Jadi,  untuk orang yang kusayangi..
Baik keluarga,  sahabat,  maupun seseorang yang hanya kukenal sekilas. Jangan harapkan  ucapan selamat dariku. Yakinlah, aku akan luangkan waktu khususku untuk kalian.

Bukan di hadapan kalian..

Ada waktu dan tempat terbaik yang akan kupilih.

Berhadapan dengan Dia, Maha Pencipta dan Pengabul doa.

@nabarianfany

April 19, 2017

Merindukanmu

BBG Al ilmu:
💌 Mantan Penuntut ilmu.... Itukah dirimu?
.
Wahai akhy /ukhty yang semoga selalu dirahmati oleh Allah. Kemanakah dirimu sekarang?
.
Bukankah engkau yang mengajak aku untuk mengikuti kajian-kajian sunnah?
.
Bukankah engkau yang selalu memberitahu diriku jika ada kajian-kajian sunnah?
.
Bukankah engkau yang mengenalkan sunnah yang mulia ini kepadaku (atas izin Allah)?
.
Bukankah engkau yang selalu marah ketika aku tidak hadir ke kajian sunnah karena kesibukkan duniaku?
.
Bukankah tatkala aku futur untuk mengikuti kajian engkau mulai meranggkul diriku?
.
Bukankah engkau selalu menegurku jika aku mulai  jauh dari akhirat?
.
Wahai akhy dan ukhty kemana dirimu.?
.
Aku Merindukan kebersamaan kita satu majelis ilmu. Serius, tertawa, sedih, suka dan senang tatkala kita mendengarkan kajian bersama?
.
Aku merindukan kita saling contek-mencontek catatan yang mana aku selalu tertinggal olehmu?
.
Aku merindukan engkau yang selalu menepuk punggungku tatkala aku mengantuk?
.
Aku merindukan engkau selalu membawakan aku air minum tatkala haus melanda ditengah-tengah pengajian.?
.
Wahai akhy dan ukhty dimana dirimu.?
.
Aku merindukanmu. Bukan hanya aku. Tetapi mungkin malaikat dan ikan-ikan dilaut rindu untuk mendoakan dirimu ketika kita di dalam mejelis.?
.
Dulu engkau yang merangkul ku sekarang waktunya lah aku yang merangkul dirimu.
.
Mari kita kembali duduk bersama akhy/ukhty untuk mendengarkan kajian Ilmiah. Meskipun lelah tetapi ingatlah bahwa semua itu akan diganjar oleh Allah subhanahu wata'ala. Bukankah itu yang kau bilang pada diriku.?

📝 Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

December 14, 2016

Been There, Done That

@kajianislam:
📝 Been There, Done That

-----

Terkadang Allah membiarkan hamba-Nya terjerembab di dalam lembah kemaksiatan demi kebaikan hamba-Nya tersebut.

Agar hamba tersebut mengakui bahwa segala kebaikan dan ketaatan adalah semata-mata berkat rahmat dari-Nya, yang memudahkannya untuk melakukan itu, bukan dari usahanya semata yang menyebabkan ia sombong dan bangga di hadapan manusia.

Agar hamba tersebut merasakan betapa pedihnya dibiarkan oleh Allah di dalam kemaksiatan. Betapa noktah hitam dosa telah membuat hatinya sempit.

Agar hamba tersebut rendah hati kepada seluruh manusia, kepada para pelaku kemaksiatan.

Agar kelak ketika ia melihat para pelaku kemaksiatan, ia bukanlah menjadi hakim yang memvonis mereka, atau merasa lebih baik dari mereka,

Agar timbul rasa kasih sayang dan empatinya kepada para pelaku kemaksiatan,

Agar ia menasehati mereka, karena nasehat darinya adalah nasehat yang tulus dari hati, dari seorang Insan yang juga pernah berada di posisi mereka.

Agar ketika ia melihat mereka, muncul rasa penyesalan terhadap dosa-dosa masa lalunya, seraya berkata,

"I've been there, done that...."

✏ Boris Tanesia

📲 IG dan TG @kajianislamchannel

December 02, 2016

Manusia Biasa

Salamdakwah:
👤Manusia Biasa

Orang yang mengharapkan punya teman sempurna tanpa aib dan kekurangan maka ia akan hidup tanpa teman.

Sebagai manusia biasa yang tidak ma'sum seharusnya bisa menerima orang lain yang juga manusia biasa.

Orang yang tidak bisa menerima kekurangan saudaranya dan menuntut orang lain tidak punya salah adalah orang yang paling celaka dan buruk akhlaknya. Karena secara tidak langsung dia terjebak pada dua hal:

Pertama: Dia menganggap dirinya sempurna dan bukan manusia biasa.

Kedua: Dia sadar dirinya manusia biasa juga banyak salah namun dirinya boleh salah dan orang lain tidak boleh salah. Dirinya boleh lupa namun orang lain tidak boleh.

Kedua sikap di atas adalah kebodohan. Siapakah di antara kita yang mau berfikir.

Maafkanlah saudaramu,
maklumilah ia,
berikan udzur dan
jangan lupa saling menasihati dalam kesendirian.

Bukankah kita juga disikapi demikian? Bukankah kita juga suka diampuni Allah dan dimaafkan manusia?

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri."

Al Hadits

📝Penulis :
Abu Jafar Cecep Rahmat
(Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran)

✏️______________

💢Gabung dan ikuti Sekarang di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :

☑️Video Kajian Terbaru
☑️Aktualita Ilmiah
☑️Tanya Ustadz
☑️ Salamdakwah Image                                                                                 

📲 TG Channel  @salamdakwah
📲 Group Telegram-Ikhwan +628158000044
📲 Group WhatsApp - Akhwat +6281510522222 &  +61455264253
🌎 www.salamdakwah.com
📺 SalwaTV  https://goo.gl/aRjNzn

======

📲 Download Sunnah GO https://goo.gl/R5cGbU

November 27, 2016

Catatan Kajian : Belajar dari Nabi Musa dan Nabi Khidir

Masjid Nurul Iman Blok M Square Lantai 7
by Ustadz : Azhar Khalid Seff

Nabi Musa bin Imron adalah nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil.

Ketika Nabi Musa selesai khutbah yang luar biasa kepada kaumnya, ada seseorang yang berdiri dan bertanya. Ya Musa,  apakah ada orang di dunia ini yang lebih pintar dari dirimu?

Nabi Musa berpikir,  bahwa dia adalah nabiyullah,  wahyu langsung Allah, tanpa ada kesombongan dia menjawab,  tidak ada.
Kemudian turun wahyu dari Allah,  Ya Musa,  apa yang engkau tau? Sesungguhnya Allah memberikan ilmunya kepada hambanya yang ia inginkan,  sesungguhnya ada hamba Allah yang lebih berilmu dibandingkan dirimu,  yang bertempat di pertemuan air laut dan sungai,  yaitu Khidir.

Para ulama berselisih paham,  apakah Khidir adalah Nabiyallah atau orang shalih.

Alasan pendapat Khidir adalah Nabiyullah:
1. Tidak mungkin Allah memberikan wahyu kepada manusia biasa

Al-Kahfi 65
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

2. Khidir mengetahui kabar ghaib melalui Allah

Al-Kahfi 66-67
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

3. Kejadian-kejadian luar biasa yang dialami Nabi Musa dan Nabi Khidir, membuktikan kenabian Khidir.

Nabiyullah Khidir berdasarkan pendapat ulama:

1. Sejaman dengan Nabi Adam 'alaihi salam, anak Qabil
2. Bukan anak Qabil sejaman dengan bangsa Nabi Musa,  bapaknya bangsa Romawi,  ibunya Persia
3. Khudr-Hijau,  kisah nabi khidir yang sholat di suatu tanah tandus,  maka setelahnya akan tumbuh subur tanaman. Hingga ia dinamakan seperti itu.

Lanjut ke kisah sebelumnya , nabi musa menanyakan dimana bisa bertemu dengan nabi Khidir. Kemudian Allah mewahyukan agar Nabi Musa membawa bekal Ikan mati,  dan pergi ke arah laut (muara)  yang dituju. Nabi musa mengajak muridnya Yusa bin Nun.

Di tengah perjalanan, ikan yang mati tersebut hidup dan melompat ke laut. Dikarenakan terpana akan kejadian itu, Yusa lupa mengabarkan ke Nabi Musa.

Setelah itu,  Nabi Musa bertanya akan keberadaan ikan yang menjadi bekal,  maka Yusa pun teringat dan menunjukkan tempat ikan tersebut pergi. Di sanalah Nabi Khidir berada.

Dari sini dapat dipelajari betapa tawadhu'nya Nabiyullah Musa dalam menuntut Ilmu. Setinggi apapun kedudukannya.

Ilmu itu didatangi,  bukan mendatangi!
Imam Malik

Kemudian Musa bertanya kepada Khidir,  Al-Kahfi 66:
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Faedah dari ayat ini
- Adab dan etika terhadap ustadz,  betapa sopannya Nabi Musa memohon pengajaran dari Nabi Khidir. Padahal jika dibandingkan beliau lebih tinggi kedudukannya dari Nabi Khidir,  beliau hanya sebagai Nabi sedangkan Nabi Musa adalah Nabi sekaligus Rasul.
- Meminta pengajaran dengan Lembut dan bermusyawarah, tidak langsung memaksa.
- Musa menghilangkan kebesarannya dia, dan mengikrarkan sebagai murid.

Kemudian khidir berkata dalam Al-Kahf 67:
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

- Nabi Khidir mempunyai pengetahuan hal ghaib (dari Allah), khidir memiliki pandangan Al-Qauniyah,  mengetahui yang akan terjadi ke depan.

Faedah membaca doa keluar rumah:
- Allah akan memberikan petunjuk kepada kita,  mana yang Haq dan Bathil
- Allah akan mencukupkan rizki kita
- Allah akan menjaga diri kita
- Syaithon tidak akan mendekati kita.

Khidir mengetahui Ilmu Gaib,  hanya dari Allah Subhanallahu wa ta'ala.
Firman Allah dalam Luqman 34:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ketika diminta untuk mengajarkan ilmu kepada Nabi Musa,  Nabi Khidir dengan tawadhunya menjawab bahwa Nabi Musa lebih mulia dan lebih banyak pengikutnya dari pada beliau. Cukuplah taurat dan wahyu Allah yang turun tiap hari kepada beliau.

Namun dengan tekad yang kuat,  Nabi Musa tetap mengajukan diri untuk belajar.

Khidir pun memberikan syarat,  sabar dalam menemaninya. Dan tidak menanyakan apapun kepada khidir atas apa yang dilakukannya  hingga khidir sendiri yang menjelaskan.

Kisah ini termaktub dalam Al-Kahf 65-70

Hal ini mengajarkan kita mengenai kesabaran dalam menuntut Ilmu.

- Faidah izin/toleransi,  3x.
- Seseorang yang tidak sabar mengikuti orang alim,  maka ia tidak bakal mendapatkan ilmu agama.  Barangsiapa yang dalam setiap tindakan termasuk menuntut ilmu selalu bersabar,  maka ia akan mendapatkan yang ia targetkan.
- Seseorang yang bisa sabar,  dikarenakan adanya ilmu dan pengalaman.
- Keinginan yang keras untuk memiliki sesuatu bukan berarti dia pasti mendapatkannya,  seperti keinginan Nabi Musa yang sangat ingin berguru dengan khidir,  namun karena tidak dirangkai dengan kesabaran,  maka beliau tidak mendapatkannya.
- Bolehnya menggunakan transportasi laut,  airnya suci untuk berwudhu
- Jika lupa,  tidak mendapatkan hukuman.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany

Catatan Kajian : Jangan Kau Buka Aib Saudaramu

Masjid Nurul Iman Blok M Square
Ustadz Azhar Khalid Seff,  Lc. M.A.

Nabi Shollallahu alaihi wassalam bersabda:
"Bahwasanya setiap anak Adam,  pasti pernah melakukan perbuatan kesalahan (bisa dosa, aib yang tidak mau dibuka) ", dan sebaik2nya pendosa adalah yang bertobat setelah berbuat dosa"

Manusia berbeda dengan malaikat yang diciptakan hanya untuk taat kepada Allah,  pasti terdapat kesalahan,  dosa,  perbuatan salah.

Nabi bersabda dalam khutbah Jumatnya di Arafah, "Sesungguhnya darah-darah kalian,  harta-harta dan kehormatan kalian kamu muslimin diharamkan kepada muslim lainya."

Maka jagalah aib saudaramu, saudaraku.

An Nur 19:
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam :
"Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat kelak. "

Janganlah seorang muslim membicarakan keburukan seorang muslim,  jika benar maka itu ghibah, dosa besar,  jika salah itu fitnah.

Hukumnya wajib menutupi aib seorang muslim. Bertambah wajib lagi,  jika muslim tersebut memiliki kehormatan / jabatan yang lebih tinggi,  seperti pemimpin,  ulama.

Jika ingin menasehatinya,  datangilah dia dengan cara yang baik.

Jika ada yang medzholimi kita,  misal harta kita dirampas,  maka melaporkan aib orang yang mendzholimi kita tersebut ke pihak yang berwenang,  merupakan ghibah yang diperbolehkan.

Haram hukumnya mencari-cari kesalahan orang lain.

Kisah di zaman sahabat nabi,  Umar bin khattab.
Ada seseorang yang menceritakan kisah seorang putrinya yang dilamar seseorang,  si ayah mengetahui aib anaknya sebelum anaknya bertaubat. Ia bertanya,  apakah dia harus menceritakan kepada calon anaknya tersebut perihal aib anaknya. Umar R. A berkata,
"Apakah engkau akan membuka sesuatu yang telah ditutup oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala.??! "

Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam "Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya,  iman tersebut tidak akan masuk ke dalam qalbunya,  sampai kita bisa meninggalkan ghibah,  baru iman tersebut masuk ke dalam hati kita. "

Tattabu' : suka mencari-cari aib seorang muslim.
Aib=aurat
Aurat : sesuatu yang malu untuk kita lihat,  atau perlihatkan ke orang lain.

Seseorang yang mencari-cari aib saudaranya sama seperti menelanjangi saudaranya!
Naudzubillah! Begitu berdosanya!

Barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya,  maka Allah akan mencari-cari aibnya,  dan membongkarnya di dunia ataupun di akhirat kelak!

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam dari sahabat Tsauban:
"Jangan sekali-kali mengganggu dan menghina hamba-hamba Allah,  barang siapa yang berusaha mencari aib saudara muslim,  maka Allah akan mencari aibnya,  dan Allah buka di rumahnya sendiri."

Kisah Ibunda Aisyah yang difitnah bersama Sofwan.

Dalam satu bulan fitnah itu tersebar,  sikap Rasulullah berubah kepada Ibunda Aisyah.

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam kepada Ibunda Aisyah :
"Jika engkau memang melakukan hal tersebut,  maka bertaubatlah. Jika engkau tidak melakukannya,  maka percayalah bahwa Allah akan mengeluarkan engkau dari fitnah yang sangat keji ini."

Ibunda Aisyah akhirnya meminta izin untuk tinggal dirumah orang tuanya.

Nama Asli Abu Bakar as siddiq
- Abdullah bin abu Utsman

Setelah itu,  turunlah wahyu , firman Allah dalam An-Nur 19. Membuktikan kebersihan dan kesucian ummul mukminun, ibunda Aisyah.

Sikap Rasulullah Shollallahu alaihi pun kembali ke sedia kala terhadap ibunda Aisyah.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany

September 25, 2016

Catatan Kajian : Transfer Pahala

Masjid Nurul Iman Blok M Square
By Ustadz Azhar Khalid Sheff,  MA.

Amalan berikut masih bisa sampai ke orang-orang yang telah meninggal

1. Doa dan istighfar

Doa untuk si mayit:

Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَحَفِظْتُ مِنْ دُعَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan jenazah, dan saya hafal do’a yang beliau ucapkan: “ALLAHUMMAGHFIR LAHU, WARHAMHU, WA ‘AAFIHI, WA’FU ‘ANHU. WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI’ MUDKHALAHU. WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI, WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADHA MINAD DANASI. WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI. WA ADKHILHUL JANNATA, WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI, AU MIN ‘ADZAABIN NAAR. (Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia, dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya. Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk, dan bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan istri di dunia dengan istri yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).” Hingga saya (Auf) berangan-angan seandainya saya saja yang menjadi mayit itu.” (HR. Muslim no. 963)

Mendoakan mayit,  selagi kita masih di dunia,  insyaAllah sampai kepada si mayit.

*Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk,
Mandikan mayit dengan air dingin,  karena dosa itu panas. 

*serta gantilah keluarganya..
Kehidupan disurga, semuanya sempurna. Tidak ada cacat. Gantilah keluarganya disini artinya mendoakan agar si mayit mendapatkan kondisi keluarga yang lebih baik lagi (tentunya)  daripada yang di dapatkan di dunia.

Kewajiban anak setelah orang tua meninggal:
- mendoakan kedua orang tua kita
- memintakan ampunan untuk orang tua kita
- melaksanakan wasiat orang tua
- mempergauli kerabat dan sahabat orang tua semasih hidup dengan baik

2. Bersedekah atas nama orang yang meninggal dunia
Bersedekah seperti ini diperbolehkan. Hal ini tidak bertentangan denga firman Allah.

An-Najm 39
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya

Ayat di atas bukan menentang perihal bersedekah atas nama orang yang meninggal,  namun memotivasi agar berusaha gigih dalam beramal.

Sesungguhnya Allah jalla wa jalla bersedekah atas nama kalian di sepertiga harta kalian untuk menambah kebaikan saat kalian meninggal dunia.

3. Membadalkan haji atau umrah untuknya.
Siapapun bisa dihajikan,  kerabat,  sahabat,  orang tua.
Catatan:
1. Yang mengumrahkan atau menghajikan sudah haji dan umrah.
2. Jangan berulang-ulang. (Sekali berangkat untuk satu orang)
3. Boleh untuk orang yang masih hidup,  namun sudah tua dan tidak mampu berumrah dan berhaji,  apalagi perjalanan jauh.

Kewajiban haji jatuh ke manusia,  jika terpenuhi:

Laki-laki
1. Finansial
2. Fisik

Wanita
1. Finansial
2. Fisik
3. Mahram

Dalil terkait mahram:
An-Nisa 23-24

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

4. Berkaitan dengan hutang puasa wajib

Puasa wajib
1. Ramadhan
2. Nadzar
3. Kafarat

Hadits Rasulullah Shollallahu 'alaihi wassalam:
Barangsiapa yang meninggal dunia dan memiliki hutang puasa,  maka ahli waris wajib membayar hutang puasa mayit tersebut (HR. Mutaffaqun 'Alaihi)

Hutang puasa boleh dibagi peranak, namun tidak boleh dalam satu hari bersamaan.

Hadits dari Sa'ad bin Ubadah,
Ya Rasulullah,  sesungguhnya ibuku yang sudah meninggal dan memiliki nadzar puasa,  namun belum terlaksana. Rasulullah menjawab,  berpuasalah untuk ibumu.

Untuk puasa kafarat, disebabkan oleh
1. Berpuasa denda dikarenakan pergaulan suami istri,  disiang Ramadhan. yang bayar suaminya.
2. Sumpah Palsu
Al Maidah 89
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

5. Melunasi nadzar orang tua kita berkaitan dengan ketaatan kepada Allah

Misal,  orang tua bernadzar  jika rumah terjual akan memberikan 10% untuk pembangunan masjid.

Ingat, Tidak akan pernah sampai !!
- bacaan qur'an untuk orang meninggal
- berqurban untuk mayit (kecuali jika nadzar dari si mayit sebelumnya)

Tambahan di akhir kajian,
4 Golongan yang boleh fidyah
1. Sakit menahun
2. Sudah tua
3. Perempuan hamil
4. Perempuan menyusui

Note:
Sumber Utama:
Kajian
Tempat: Masjid Nurul Iman Blok M Square Lt.7 Blok M Jakarta Selatan
Pemateri: Ustadz Azhar Khalid bin Seff, MA
Tema: Transfer Pahala
Waktu: 09.30 – Selesai
PIC : 0838 0615 1538
*****

Sumber tambahan:
*Bacaan doa untuk mayit,
http://al-atsariyyah.com/bacaan-dalam-shalat-jenazah.html

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum..
@nabarianfany

July 21, 2014

Pernyataan sikap menyambut 22 Juli 2014 : "Jangan Ngaku 'Muslim' jika Anda tidak mengamalkan ini!

Bismillahirrahmanirrahiim..

Hari Selasa, 22 Juli 2014 akan menjadi hari bersejarah bagi rakyat Indonesia. Pengumuman hasil real count pemilihan presiden Indonesia akan diumumkan keseluruh pelosok negeri. Presiden terpilih, yang diagungkan "sebagian" pemilih Indonesia sekaligus ditolak "hampir sebagian" pemilih, mau tidak mau akan "dijatuhi" amanah memimpin bangsa ini. Dipuja oleh pendukungnya, dicaci oleh pembencinya.

Capres dan Cawapres peserta pemilu 2014 (sumber gambar :bandung.bisnis.com)

Malam ini, 21 Juli 2014, tidak sampai 24 jam lagi, hasil real count akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Saya kira, situasi persaingan akan mulai mereda, namun yang terjadi malah sebaliknya. Apapun yang dilakukan oleh para politisi, mulai dari isu penundaan pengumuman hasil real count hingga isu untuk melaporkan KPU ke Bareskrim POLRI kian santer terdengar di media. Hal ini tentu bukan menjadi perhatian utama saya. Pusat perhatian saya adalah, fenomena "loyalitas" para simpatisan pendukung para capres di Indonesia. Iya, betul sekali, reaksi para "akar rumput" ini, yang menjadi perhatian utama karena sedikit "gesekan" di bawah sini, dapat menimbulkan hal yang fatal.

Para simpatisan, tidak segan-segan menyanjung para capres idolanya melebihi orang tua kandung sendiri. Mereka seperti akan sangat "terluka" jika capres mereka dihujat oleh simpatisan lawan. Posting kumpulan opini dan hujatan para simpatisan, memenuhi setiap halaman media sosial yang saya ikuti dua bulan terakhir. Memang tak sedikit simpatisan yang cerdas, dan memilih beragumen dengan bukti dan fakta, namun tetap saja, keberpihakan pada salah satu capres, masih terasa sangat kental.

Kekhawatiran timbul, saat muncul broadcast message yang berisi akan terjadi "Hari Berdarah" pada esok hari tanggal 22 Juli 2014. Akan ada demo besar-besaran untuk menolak hasil real count KPU, kerusuhan akan berpusat di ibukota. Naudzubillah min dzalik! Jauhkanlah malapetaka dari negeri ini!

Melalui tulisan ini, saya ingin mengingatkan, para saudara muslim di Indonesia, bagaimana seharusnya kita bersikap dalam menghadapi situasi seperti ini? Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 9 :

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Artinya : 
"Dan jika ada dua golongan dari orang-orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah-satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adil-lah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." – (QS.49:9)
Sudah sangat jelas, firman Allah SWT di atas, bahwa sikap kita sebagai seorang muslim adalah "DAMAI" dan "BERLAKU ADIL atau NETRAL". Di saat dua kubu bertikai, hendaknya kita tidak memihak kepada salah satu dari mereka. Cukuplah kita perang argumentasi, atau mungkin ada yang perang otot atau bahkan perang saudara di saat menjelang pemilu hingga pemilu tiba, namun sekarang pemilu telah usai, mau tidak mau kita harus "TERIMA" hasil yang akan ditetapkan oleh KPU besok. Menang atau kalah capres idola kita, tetaplah kita yakin bahwa Allah SWT. yang telah menetapkan "beliau" sang presiden terpilih menjadi pemimpin Indonesia. Tetaplah menjadi "agen muslim" yang baik, awasi prosesnya, kritisi jika terdapat kecurangan namun jangan pernah melakukan tindakan-tindakan anarkis mengatasnamakan SARA ataupun hal-hal tercela lainnya. Tidak cukupkah firman Allah SWT. di atas bagimu? DAMAI dan BERLAKU ADIL-LAH...

Akhir kata, sebagai muslim yang baik, mari luruskan niat hanya karena Allah SWT, dukung siapapun presiden terpilih nanti, dan selalu berdo'a yang terbaik untuk Indonesia!


November 16, 2013

Tak Indah di Mata-Nya

Mengapa kamu merasa disia-siakan?
Tak pernahkah kamu menarik benang kesimpulan?

Tak pernahkah kamu merasa sadar?

Jika CINTA bukan berarti harus menunjukkan semua 'dosa' lewat gadget dan sekedar ucap "Love"?

Tak pernahkah engkau berpikir...?
Apa arti semua itu jika Allah berkata "TIDAK"?

Tak takutkah kau kepada-Nya?

Kepada Murka-Nya??

Ketika kita tetap menjalani dosa, belatarkan CINTA, tapi ternyata DIA tak merestui?
setelah itu...

apa jadinya kita?


Tak Indah di Mata-Nya, tak ada artinya...




June 30, 2012

Makna Ijab Kabul

Hmm, kok saya tertarik menulis tema ini di blog?Saya juga ngga tau, yang pasti kondisi saya saat menuliskan posting ini "baik-baik" saja, tidak kurang suatu apapun. Alhamduliillah.. :)
Intinya saya hanya ingin belajar dan berbagi, walau saya belum mengalami, tapi pengetahuan ini diharap bisa membantu saya dan pembaca yang budiman :)
Terus terang hati saya bergetar ketika membaca cuplikan post ini di salah satu sosial media yang saya ikuti. Saya belum sadar akan "sakralnya" makna ijab kabul. Silakan dibaca dan dipahami..


------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ijab Qobul

''aku terima nikahnya si dia binti ayah si dia dengan Mas Kawinnya.....''

Singkat, padat dan jelas. Tapi tahukan makna "perjanjian/ikrar'' tersebut?

makna:
''maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yg telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga dia meninggalkan sholat. Semua yg berhubungan dgn si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yg menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak2ku''.

Jika aku GAGAL?

''maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku''.(HR. Muslim)

Duhai para istri...Begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat Ijab terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yg di buat olehnya di depan Allah, dgn di saksikan para malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup untuk menebus semua pengorbanan suami terhadapmu....
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Subhanallah, begitu sakralnya bukan?

Lantas bagaimana harapan saya?
Well, sama seperti pembaca dari kaum hawa sekalian..Semoga saya bisa menjadi istri yang sholehah bagi suami saya kelak..
Insya Allah,aamin :)


===========================================

Posting di atas dibuat saat penulis belum mulai 'ngaji' dan belum pernah mencoba mempelajari ilmu hadits. 

Sekarang,  empat tahun setelah penulisan posting di atas,  barulah  penulis ketahui bahwa hadits yang dituliskan di atas merupakan Hadits Palsu,  tidak ditemukan di dalam shahih muslim manapun (pernyataan ini penulis kutip dari broadcast Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawwaz).

Melalui tulisan singkat ini,  penulis juga memohon maaf kepada para pembaca yang telah terlanjur membaca tulisan ini yang infonya seakan akan bersumber dari Rasulullah, padahal tidak demikian. 
Naudzubillah. Kepada Allah, penulis memohon ampunan. 

Semoga penulis dan para pembaca senantiasa dilindungi Allah dari sifat jahil (meyebarkan informasi tanpa tau kebenaran informasinya). Aamiin Ya Rabbal 'alamiin. 

Penulis 
Tifany Nabarian
Jakarta, 28 Juli 2016