November 27, 2016

Catatan Kajian : Belajar dari Nabi Musa dan Nabi Khidir

Masjid Nurul Iman Blok M Square Lantai 7
by Ustadz : Azhar Khalid Seff

Nabi Musa bin Imron adalah nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil.

Ketika Nabi Musa selesai khutbah yang luar biasa kepada kaumnya, ada seseorang yang berdiri dan bertanya. Ya Musa,  apakah ada orang di dunia ini yang lebih pintar dari dirimu?

Nabi Musa berpikir,  bahwa dia adalah nabiyullah,  wahyu langsung Allah, tanpa ada kesombongan dia menjawab,  tidak ada.
Kemudian turun wahyu dari Allah,  Ya Musa,  apa yang engkau tau? Sesungguhnya Allah memberikan ilmunya kepada hambanya yang ia inginkan,  sesungguhnya ada hamba Allah yang lebih berilmu dibandingkan dirimu,  yang bertempat di pertemuan air laut dan sungai,  yaitu Khidir.

Para ulama berselisih paham,  apakah Khidir adalah Nabiyallah atau orang shalih.

Alasan pendapat Khidir adalah Nabiyullah:
1. Tidak mungkin Allah memberikan wahyu kepada manusia biasa

Al-Kahfi 65
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

2. Khidir mengetahui kabar ghaib melalui Allah

Al-Kahfi 66-67
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

3. Kejadian-kejadian luar biasa yang dialami Nabi Musa dan Nabi Khidir, membuktikan kenabian Khidir.

Nabiyullah Khidir berdasarkan pendapat ulama:

1. Sejaman dengan Nabi Adam 'alaihi salam, anak Qabil
2. Bukan anak Qabil sejaman dengan bangsa Nabi Musa,  bapaknya bangsa Romawi,  ibunya Persia
3. Khudr-Hijau,  kisah nabi khidir yang sholat di suatu tanah tandus,  maka setelahnya akan tumbuh subur tanaman. Hingga ia dinamakan seperti itu.

Lanjut ke kisah sebelumnya , nabi musa menanyakan dimana bisa bertemu dengan nabi Khidir. Kemudian Allah mewahyukan agar Nabi Musa membawa bekal Ikan mati,  dan pergi ke arah laut (muara)  yang dituju. Nabi musa mengajak muridnya Yusa bin Nun.

Di tengah perjalanan, ikan yang mati tersebut hidup dan melompat ke laut. Dikarenakan terpana akan kejadian itu, Yusa lupa mengabarkan ke Nabi Musa.

Setelah itu,  Nabi Musa bertanya akan keberadaan ikan yang menjadi bekal,  maka Yusa pun teringat dan menunjukkan tempat ikan tersebut pergi. Di sanalah Nabi Khidir berada.

Dari sini dapat dipelajari betapa tawadhu'nya Nabiyullah Musa dalam menuntut Ilmu. Setinggi apapun kedudukannya.

Ilmu itu didatangi,  bukan mendatangi!
Imam Malik

Kemudian Musa bertanya kepada Khidir,  Al-Kahfi 66:
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Faedah dari ayat ini
- Adab dan etika terhadap ustadz,  betapa sopannya Nabi Musa memohon pengajaran dari Nabi Khidir. Padahal jika dibandingkan beliau lebih tinggi kedudukannya dari Nabi Khidir,  beliau hanya sebagai Nabi sedangkan Nabi Musa adalah Nabi sekaligus Rasul.
- Meminta pengajaran dengan Lembut dan bermusyawarah, tidak langsung memaksa.
- Musa menghilangkan kebesarannya dia, dan mengikrarkan sebagai murid.

Kemudian khidir berkata dalam Al-Kahf 67:
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

- Nabi Khidir mempunyai pengetahuan hal ghaib (dari Allah), khidir memiliki pandangan Al-Qauniyah,  mengetahui yang akan terjadi ke depan.

Faedah membaca doa keluar rumah:
- Allah akan memberikan petunjuk kepada kita,  mana yang Haq dan Bathil
- Allah akan mencukupkan rizki kita
- Allah akan menjaga diri kita
- Syaithon tidak akan mendekati kita.

Khidir mengetahui Ilmu Gaib,  hanya dari Allah Subhanallahu wa ta'ala.
Firman Allah dalam Luqman 34:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ketika diminta untuk mengajarkan ilmu kepada Nabi Musa,  Nabi Khidir dengan tawadhunya menjawab bahwa Nabi Musa lebih mulia dan lebih banyak pengikutnya dari pada beliau. Cukuplah taurat dan wahyu Allah yang turun tiap hari kepada beliau.

Namun dengan tekad yang kuat,  Nabi Musa tetap mengajukan diri untuk belajar.

Khidir pun memberikan syarat,  sabar dalam menemaninya. Dan tidak menanyakan apapun kepada khidir atas apa yang dilakukannya  hingga khidir sendiri yang menjelaskan.

Kisah ini termaktub dalam Al-Kahf 65-70

Hal ini mengajarkan kita mengenai kesabaran dalam menuntut Ilmu.

- Faidah izin/toleransi,  3x.
- Seseorang yang tidak sabar mengikuti orang alim,  maka ia tidak bakal mendapatkan ilmu agama.  Barangsiapa yang dalam setiap tindakan termasuk menuntut ilmu selalu bersabar,  maka ia akan mendapatkan yang ia targetkan.
- Seseorang yang bisa sabar,  dikarenakan adanya ilmu dan pengalaman.
- Keinginan yang keras untuk memiliki sesuatu bukan berarti dia pasti mendapatkannya,  seperti keinginan Nabi Musa yang sangat ingin berguru dengan khidir,  namun karena tidak dirangkai dengan kesabaran,  maka beliau tidak mendapatkannya.
- Bolehnya menggunakan transportasi laut,  airnya suci untuk berwudhu
- Jika lupa,  tidak mendapatkan hukuman.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany

No comments:

Post a Comment