October 10, 2017

SAUDARAKU, KEMANA AKALMU...?

✒Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar

Manusia sangat cerdas hingga mampu memecahkan rahasia alam yang sangat rumit, tapi terkadang manusia teramat bodoh, cobalah dipikirkan...

Semua orang yakin bahwa dirinya pasti mati...
Ia melihat saudaranya, juga teman-temannya yang mati, bahkan ia turut mengantarkan ke kuburan...

Namun tetap saja ia lupa akan mati dan tidak berusaha keras untuk mengumpulkan bekal akhirat. Bukankah manusia yang sedang mengantarkan juga menunggu giliran untuk mati...?

Dan sapi pun demikian.
Meskipun tempat penjagalan hanya berjarak beberapa meter darinya, ia tetap saja makan rumputan segar dengan lahapnya...

Kalau saja sapi itu mau berfikir, tentu ia akan menyadari bahwa gilirannya dijagal mungkin tinggal beberapa menit lagi, ia tentu akan berupaya melarikan diri, atau setidak-tidaknya nafsu makannya akan hilang...

Lalu bagaimana dengan sikap manusia yang berakal, apakah mereka mau dipersamakan dengan para sapi yang terus melahap makanannya, padahal yang pasti akan mendatanginya yaitu KEMATIAN...!?

Qotadah rahimahullah berkata :

"Allah menciptakan Malaikat dengan akal tanpa syahwat, dan menciptakan hewan dengan syahwat tanpa akal, serta menciptakan manusia dan menjadikan baginya akal dan syahwat. Maka barangsiapa akalnya mengalahkan syahwatnya, maka dia bersama Malaikat, dan barangsiapa syahwatnya mengalahkan akalnya, maka dia seperti hewan".

('Uddatush Shabirin 1/15)

Amr bin ‘Ash radhiyallahu 'anhu berkata :

لو يعلم أحدكم حقيقة جهنّم لصرخ منها حتى ينقطع صوته ولصلّّى حتى ينكسر صلبه

*"Seandainya salah seorang di antara kalian mengetahui hakikat Neraka Jahanam, niscaya dia akan menjerit sekeras-kerasnya (minta tolong kepada Allah) sampai suaranya terputus. Dan niscaya dia juga akan melakukan shalat sampai tulang punggungnya patah".*

(Zawaid az-Zuhd oleh Ibnul Mubarak no.1007)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar

__________________________
Dipost Ustadz Najmi Umar Bakar -hafizhahullah- Arbi'a 14 Al-Muharram 1439 H / 4 Oktober 2017

http://www.salamdakwah.com/artikel/4469-saudaraku-kemana-akalmu

October 06, 2017

Ucapan Ulang Tahun, Bagiku Kini

Selamat Ulang Tahuun...
Wish you all the best my sistaa!!

Met Milaad.. Barakallahu fii umrik..

Happy Birthday,  semoga panjang umur,  dimudahkan semua urusan,  cepet ketemu jodohnya..

------------

Dulu..
Itu aku..

Aku termasuk seseorang yang sangat mudah merangkai kata-kata indah untuk dituliskan.

Memanfaatkan otak kanan,  untuk memberikan stimulus cantik nan sinergis ke tanganku dalam mengetikkan tulisan indah.

Apa susahnya bagiku?
Hanya sekedar mengetikkan kata-kata indah, ucapan doa,  harapan panjang berima.

Ahh,  begitu nikmat semua itu..
Kulihat balasan orang yang kusayangi tersenyum, ucapan respon terimakasih dan harapan balasan nan tak kalah indah dari mereka.

Apa susahnya bagiku?
Aku bisa copas ucapan-ucapan indah yang berseliweran di internet, tambal endingnya, tambahkan sedikit doa. Every words counts..
Balasannya pasti indah dan beragam.

Setelah itu?
Selesai tugasku.

Apa efeknya?
Tidak ada.

Seberapa bahagia penerimanya?
Sepersekian detik.

Bermanfaat untuk kehidupannya?
I doubt that.

Yang kusadari sekarang..
#Kegiatan itu tasyabuh (ikut-ikutan)  tradisi kebarat-baratan,  sesuatu yang tidak disukai Nabiku Muhammad Shollallahu 'alaihi wassalam.

#Ucapan-ucapan itu hanya memberikan kebahagian sepersekian detik kepada orang yang kusayangi, tidak akan berefek sama sekali pada kehidupan dunia maupun akhiratnya.

Yang kuyakini sekarang, berdoa khusyuk setiap sholat untuk orang-orang yang kusayangi, jauh lebih bermanfaat daripada hanya sekedar ucapan yang kuyakini akan dosanya.

Ada efeknya?
Of course!

Apa manfaatnya?
Dunia akhirat!!

Jadi,  untuk orang yang kusayangi..
Baik keluarga,  sahabat,  maupun seseorang yang hanya kukenal sekilas. Jangan harapkan  ucapan selamat dariku. Yakinlah, aku akan luangkan waktu khususku untuk kalian.

Bukan di hadapan kalian..

Ada waktu dan tempat terbaik yang akan kupilih.

Berhadapan dengan Dia, Maha Pencipta dan Pengabul doa.

@nabarianfany

April 19, 2017

Merindukanmu

BBG Al ilmu:
💌 Mantan Penuntut ilmu.... Itukah dirimu?
.
Wahai akhy /ukhty yang semoga selalu dirahmati oleh Allah. Kemanakah dirimu sekarang?
.
Bukankah engkau yang mengajak aku untuk mengikuti kajian-kajian sunnah?
.
Bukankah engkau yang selalu memberitahu diriku jika ada kajian-kajian sunnah?
.
Bukankah engkau yang mengenalkan sunnah yang mulia ini kepadaku (atas izin Allah)?
.
Bukankah engkau yang selalu marah ketika aku tidak hadir ke kajian sunnah karena kesibukkan duniaku?
.
Bukankah tatkala aku futur untuk mengikuti kajian engkau mulai meranggkul diriku?
.
Bukankah engkau selalu menegurku jika aku mulai  jauh dari akhirat?
.
Wahai akhy dan ukhty kemana dirimu.?
.
Aku Merindukan kebersamaan kita satu majelis ilmu. Serius, tertawa, sedih, suka dan senang tatkala kita mendengarkan kajian bersama?
.
Aku merindukan kita saling contek-mencontek catatan yang mana aku selalu tertinggal olehmu?
.
Aku merindukan engkau yang selalu menepuk punggungku tatkala aku mengantuk?
.
Aku merindukan engkau selalu membawakan aku air minum tatkala haus melanda ditengah-tengah pengajian.?
.
Wahai akhy dan ukhty dimana dirimu.?
.
Aku merindukanmu. Bukan hanya aku. Tetapi mungkin malaikat dan ikan-ikan dilaut rindu untuk mendoakan dirimu ketika kita di dalam mejelis.?
.
Dulu engkau yang merangkul ku sekarang waktunya lah aku yang merangkul dirimu.
.
Mari kita kembali duduk bersama akhy/ukhty untuk mendengarkan kajian Ilmiah. Meskipun lelah tetapi ingatlah bahwa semua itu akan diganjar oleh Allah subhanahu wata'ala. Bukankah itu yang kau bilang pada diriku.?

📝 Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

December 14, 2016

Been There, Done That

@kajianislam:
📝 Been There, Done That

-----

Terkadang Allah membiarkan hamba-Nya terjerembab di dalam lembah kemaksiatan demi kebaikan hamba-Nya tersebut.

Agar hamba tersebut mengakui bahwa segala kebaikan dan ketaatan adalah semata-mata berkat rahmat dari-Nya, yang memudahkannya untuk melakukan itu, bukan dari usahanya semata yang menyebabkan ia sombong dan bangga di hadapan manusia.

Agar hamba tersebut merasakan betapa pedihnya dibiarkan oleh Allah di dalam kemaksiatan. Betapa noktah hitam dosa telah membuat hatinya sempit.

Agar hamba tersebut rendah hati kepada seluruh manusia, kepada para pelaku kemaksiatan.

Agar kelak ketika ia melihat para pelaku kemaksiatan, ia bukanlah menjadi hakim yang memvonis mereka, atau merasa lebih baik dari mereka,

Agar timbul rasa kasih sayang dan empatinya kepada para pelaku kemaksiatan,

Agar ia menasehati mereka, karena nasehat darinya adalah nasehat yang tulus dari hati, dari seorang Insan yang juga pernah berada di posisi mereka.

Agar ketika ia melihat mereka, muncul rasa penyesalan terhadap dosa-dosa masa lalunya, seraya berkata,

"I've been there, done that...."

✏ Boris Tanesia

📲 IG dan TG @kajianislamchannel

December 02, 2016

Manusia Biasa

Salamdakwah:
👤Manusia Biasa

Orang yang mengharapkan punya teman sempurna tanpa aib dan kekurangan maka ia akan hidup tanpa teman.

Sebagai manusia biasa yang tidak ma'sum seharusnya bisa menerima orang lain yang juga manusia biasa.

Orang yang tidak bisa menerima kekurangan saudaranya dan menuntut orang lain tidak punya salah adalah orang yang paling celaka dan buruk akhlaknya. Karena secara tidak langsung dia terjebak pada dua hal:

Pertama: Dia menganggap dirinya sempurna dan bukan manusia biasa.

Kedua: Dia sadar dirinya manusia biasa juga banyak salah namun dirinya boleh salah dan orang lain tidak boleh salah. Dirinya boleh lupa namun orang lain tidak boleh.

Kedua sikap di atas adalah kebodohan. Siapakah di antara kita yang mau berfikir.

Maafkanlah saudaramu,
maklumilah ia,
berikan udzur dan
jangan lupa saling menasihati dalam kesendirian.

Bukankah kita juga disikapi demikian? Bukankah kita juga suka diampuni Allah dan dimaafkan manusia?

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri."

Al Hadits

📝Penulis :
Abu Jafar Cecep Rahmat
(Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran)

✏️______________

💢Gabung dan ikuti Sekarang di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :

☑️Video Kajian Terbaru
☑️Aktualita Ilmiah
☑️Tanya Ustadz
☑️ Salamdakwah Image                                                                                 

📲 TG Channel  @salamdakwah
📲 Group Telegram-Ikhwan +628158000044
📲 Group WhatsApp - Akhwat +6281510522222 &  +61455264253
🌎 www.salamdakwah.com
📺 SalwaTV  https://goo.gl/aRjNzn

======

📲 Download Sunnah GO https://goo.gl/R5cGbU