April 19, 2017

Merindukanmu

BBG Al ilmu:
💌 Mantan Penuntut ilmu.... Itukah dirimu?
.
Wahai akhy /ukhty yang semoga selalu dirahmati oleh Allah. Kemanakah dirimu sekarang?
.
Bukankah engkau yang mengajak aku untuk mengikuti kajian-kajian sunnah?
.
Bukankah engkau yang selalu memberitahu diriku jika ada kajian-kajian sunnah?
.
Bukankah engkau yang mengenalkan sunnah yang mulia ini kepadaku (atas izin Allah)?
.
Bukankah engkau yang selalu marah ketika aku tidak hadir ke kajian sunnah karena kesibukkan duniaku?
.
Bukankah tatkala aku futur untuk mengikuti kajian engkau mulai meranggkul diriku?
.
Bukankah engkau selalu menegurku jika aku mulai  jauh dari akhirat?
.
Wahai akhy dan ukhty kemana dirimu.?
.
Aku Merindukan kebersamaan kita satu majelis ilmu. Serius, tertawa, sedih, suka dan senang tatkala kita mendengarkan kajian bersama?
.
Aku merindukan kita saling contek-mencontek catatan yang mana aku selalu tertinggal olehmu?
.
Aku merindukan engkau yang selalu menepuk punggungku tatkala aku mengantuk?
.
Aku merindukan engkau selalu membawakan aku air minum tatkala haus melanda ditengah-tengah pengajian.?
.
Wahai akhy dan ukhty dimana dirimu.?
.
Aku merindukanmu. Bukan hanya aku. Tetapi mungkin malaikat dan ikan-ikan dilaut rindu untuk mendoakan dirimu ketika kita di dalam mejelis.?
.
Dulu engkau yang merangkul ku sekarang waktunya lah aku yang merangkul dirimu.
.
Mari kita kembali duduk bersama akhy/ukhty untuk mendengarkan kajian Ilmiah. Meskipun lelah tetapi ingatlah bahwa semua itu akan diganjar oleh Allah subhanahu wata'ala. Bukankah itu yang kau bilang pada diriku.?

📝 Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

December 14, 2016

Been There, Done That

@kajianislam:
📝 Been There, Done That

-----

Terkadang Allah membiarkan hamba-Nya terjerembab di dalam lembah kemaksiatan demi kebaikan hamba-Nya tersebut.

Agar hamba tersebut mengakui bahwa segala kebaikan dan ketaatan adalah semata-mata berkat rahmat dari-Nya, yang memudahkannya untuk melakukan itu, bukan dari usahanya semata yang menyebabkan ia sombong dan bangga di hadapan manusia.

Agar hamba tersebut merasakan betapa pedihnya dibiarkan oleh Allah di dalam kemaksiatan. Betapa noktah hitam dosa telah membuat hatinya sempit.

Agar hamba tersebut rendah hati kepada seluruh manusia, kepada para pelaku kemaksiatan.

Agar kelak ketika ia melihat para pelaku kemaksiatan, ia bukanlah menjadi hakim yang memvonis mereka, atau merasa lebih baik dari mereka,

Agar timbul rasa kasih sayang dan empatinya kepada para pelaku kemaksiatan,

Agar ia menasehati mereka, karena nasehat darinya adalah nasehat yang tulus dari hati, dari seorang Insan yang juga pernah berada di posisi mereka.

Agar ketika ia melihat mereka, muncul rasa penyesalan terhadap dosa-dosa masa lalunya, seraya berkata,

"I've been there, done that...."

✏ Boris Tanesia

📲 IG dan TG @kajianislamchannel

December 02, 2016

Manusia Biasa

Salamdakwah:
👤Manusia Biasa

Orang yang mengharapkan punya teman sempurna tanpa aib dan kekurangan maka ia akan hidup tanpa teman.

Sebagai manusia biasa yang tidak ma'sum seharusnya bisa menerima orang lain yang juga manusia biasa.

Orang yang tidak bisa menerima kekurangan saudaranya dan menuntut orang lain tidak punya salah adalah orang yang paling celaka dan buruk akhlaknya. Karena secara tidak langsung dia terjebak pada dua hal:

Pertama: Dia menganggap dirinya sempurna dan bukan manusia biasa.

Kedua: Dia sadar dirinya manusia biasa juga banyak salah namun dirinya boleh salah dan orang lain tidak boleh salah. Dirinya boleh lupa namun orang lain tidak boleh.

Kedua sikap di atas adalah kebodohan. Siapakah di antara kita yang mau berfikir.

Maafkanlah saudaramu,
maklumilah ia,
berikan udzur dan
jangan lupa saling menasihati dalam kesendirian.

Bukankah kita juga disikapi demikian? Bukankah kita juga suka diampuni Allah dan dimaafkan manusia?

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri."

Al Hadits

📝Penulis :
Abu Jafar Cecep Rahmat
(Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran)

✏️______________

💢Gabung dan ikuti Sekarang di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :

☑️Video Kajian Terbaru
☑️Aktualita Ilmiah
☑️Tanya Ustadz
☑️ Salamdakwah Image                                                                                 

📲 TG Channel  @salamdakwah
📲 Group Telegram-Ikhwan +628158000044
📲 Group WhatsApp - Akhwat +6281510522222 &  +61455264253
🌎 www.salamdakwah.com
📺 SalwaTV  https://goo.gl/aRjNzn

======

📲 Download Sunnah GO https://goo.gl/R5cGbU

November 27, 2016

Catatan Kajian : Belajar dari Nabi Musa dan Nabi Khidir

Masjid Nurul Iman Blok M Square Lantai 7
by Ustadz : Azhar Khalid Seff

Nabi Musa bin Imron adalah nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil.

Ketika Nabi Musa selesai khutbah yang luar biasa kepada kaumnya, ada seseorang yang berdiri dan bertanya. Ya Musa,  apakah ada orang di dunia ini yang lebih pintar dari dirimu?

Nabi Musa berpikir,  bahwa dia adalah nabiyullah,  wahyu langsung Allah, tanpa ada kesombongan dia menjawab,  tidak ada.
Kemudian turun wahyu dari Allah,  Ya Musa,  apa yang engkau tau? Sesungguhnya Allah memberikan ilmunya kepada hambanya yang ia inginkan,  sesungguhnya ada hamba Allah yang lebih berilmu dibandingkan dirimu,  yang bertempat di pertemuan air laut dan sungai,  yaitu Khidir.

Para ulama berselisih paham,  apakah Khidir adalah Nabiyallah atau orang shalih.

Alasan pendapat Khidir adalah Nabiyullah:
1. Tidak mungkin Allah memberikan wahyu kepada manusia biasa

Al-Kahfi 65
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

2. Khidir mengetahui kabar ghaib melalui Allah

Al-Kahfi 66-67
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

3. Kejadian-kejadian luar biasa yang dialami Nabi Musa dan Nabi Khidir, membuktikan kenabian Khidir.

Nabiyullah Khidir berdasarkan pendapat ulama:

1. Sejaman dengan Nabi Adam 'alaihi salam, anak Qabil
2. Bukan anak Qabil sejaman dengan bangsa Nabi Musa,  bapaknya bangsa Romawi,  ibunya Persia
3. Khudr-Hijau,  kisah nabi khidir yang sholat di suatu tanah tandus,  maka setelahnya akan tumbuh subur tanaman. Hingga ia dinamakan seperti itu.

Lanjut ke kisah sebelumnya , nabi musa menanyakan dimana bisa bertemu dengan nabi Khidir. Kemudian Allah mewahyukan agar Nabi Musa membawa bekal Ikan mati,  dan pergi ke arah laut (muara)  yang dituju. Nabi musa mengajak muridnya Yusa bin Nun.

Di tengah perjalanan, ikan yang mati tersebut hidup dan melompat ke laut. Dikarenakan terpana akan kejadian itu, Yusa lupa mengabarkan ke Nabi Musa.

Setelah itu,  Nabi Musa bertanya akan keberadaan ikan yang menjadi bekal,  maka Yusa pun teringat dan menunjukkan tempat ikan tersebut pergi. Di sanalah Nabi Khidir berada.

Dari sini dapat dipelajari betapa tawadhu'nya Nabiyullah Musa dalam menuntut Ilmu. Setinggi apapun kedudukannya.

Ilmu itu didatangi,  bukan mendatangi!
Imam Malik

Kemudian Musa bertanya kepada Khidir,  Al-Kahfi 66:
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Faedah dari ayat ini
- Adab dan etika terhadap ustadz,  betapa sopannya Nabi Musa memohon pengajaran dari Nabi Khidir. Padahal jika dibandingkan beliau lebih tinggi kedudukannya dari Nabi Khidir,  beliau hanya sebagai Nabi sedangkan Nabi Musa adalah Nabi sekaligus Rasul.
- Meminta pengajaran dengan Lembut dan bermusyawarah, tidak langsung memaksa.
- Musa menghilangkan kebesarannya dia, dan mengikrarkan sebagai murid.

Kemudian khidir berkata dalam Al-Kahf 67:
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

- Nabi Khidir mempunyai pengetahuan hal ghaib (dari Allah), khidir memiliki pandangan Al-Qauniyah,  mengetahui yang akan terjadi ke depan.

Faedah membaca doa keluar rumah:
- Allah akan memberikan petunjuk kepada kita,  mana yang Haq dan Bathil
- Allah akan mencukupkan rizki kita
- Allah akan menjaga diri kita
- Syaithon tidak akan mendekati kita.

Khidir mengetahui Ilmu Gaib,  hanya dari Allah Subhanallahu wa ta'ala.
Firman Allah dalam Luqman 34:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ketika diminta untuk mengajarkan ilmu kepada Nabi Musa,  Nabi Khidir dengan tawadhunya menjawab bahwa Nabi Musa lebih mulia dan lebih banyak pengikutnya dari pada beliau. Cukuplah taurat dan wahyu Allah yang turun tiap hari kepada beliau.

Namun dengan tekad yang kuat,  Nabi Musa tetap mengajukan diri untuk belajar.

Khidir pun memberikan syarat,  sabar dalam menemaninya. Dan tidak menanyakan apapun kepada khidir atas apa yang dilakukannya  hingga khidir sendiri yang menjelaskan.

Kisah ini termaktub dalam Al-Kahf 65-70

Hal ini mengajarkan kita mengenai kesabaran dalam menuntut Ilmu.

- Faidah izin/toleransi,  3x.
- Seseorang yang tidak sabar mengikuti orang alim,  maka ia tidak bakal mendapatkan ilmu agama.  Barangsiapa yang dalam setiap tindakan termasuk menuntut ilmu selalu bersabar,  maka ia akan mendapatkan yang ia targetkan.
- Seseorang yang bisa sabar,  dikarenakan adanya ilmu dan pengalaman.
- Keinginan yang keras untuk memiliki sesuatu bukan berarti dia pasti mendapatkannya,  seperti keinginan Nabi Musa yang sangat ingin berguru dengan khidir,  namun karena tidak dirangkai dengan kesabaran,  maka beliau tidak mendapatkannya.
- Bolehnya menggunakan transportasi laut,  airnya suci untuk berwudhu
- Jika lupa,  tidak mendapatkan hukuman.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany

Catatan Kajian : Jangan Kau Buka Aib Saudaramu

Masjid Nurul Iman Blok M Square
Ustadz Azhar Khalid Seff,  Lc. M.A.

Nabi Shollallahu alaihi wassalam bersabda:
"Bahwasanya setiap anak Adam,  pasti pernah melakukan perbuatan kesalahan (bisa dosa, aib yang tidak mau dibuka) ", dan sebaik2nya pendosa adalah yang bertobat setelah berbuat dosa"

Manusia berbeda dengan malaikat yang diciptakan hanya untuk taat kepada Allah,  pasti terdapat kesalahan,  dosa,  perbuatan salah.

Nabi bersabda dalam khutbah Jumatnya di Arafah, "Sesungguhnya darah-darah kalian,  harta-harta dan kehormatan kalian kamu muslimin diharamkan kepada muslim lainya."

Maka jagalah aib saudaramu, saudaraku.

An Nur 19:
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam :
"Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat kelak. "

Janganlah seorang muslim membicarakan keburukan seorang muslim,  jika benar maka itu ghibah, dosa besar,  jika salah itu fitnah.

Hukumnya wajib menutupi aib seorang muslim. Bertambah wajib lagi,  jika muslim tersebut memiliki kehormatan / jabatan yang lebih tinggi,  seperti pemimpin,  ulama.

Jika ingin menasehatinya,  datangilah dia dengan cara yang baik.

Jika ada yang medzholimi kita,  misal harta kita dirampas,  maka melaporkan aib orang yang mendzholimi kita tersebut ke pihak yang berwenang,  merupakan ghibah yang diperbolehkan.

Haram hukumnya mencari-cari kesalahan orang lain.

Kisah di zaman sahabat nabi,  Umar bin khattab.
Ada seseorang yang menceritakan kisah seorang putrinya yang dilamar seseorang,  si ayah mengetahui aib anaknya sebelum anaknya bertaubat. Ia bertanya,  apakah dia harus menceritakan kepada calon anaknya tersebut perihal aib anaknya. Umar R. A berkata,
"Apakah engkau akan membuka sesuatu yang telah ditutup oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala.??! "

Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam "Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya,  iman tersebut tidak akan masuk ke dalam qalbunya,  sampai kita bisa meninggalkan ghibah,  baru iman tersebut masuk ke dalam hati kita. "

Tattabu' : suka mencari-cari aib seorang muslim.
Aib=aurat
Aurat : sesuatu yang malu untuk kita lihat,  atau perlihatkan ke orang lain.

Seseorang yang mencari-cari aib saudaranya sama seperti menelanjangi saudaranya!
Naudzubillah! Begitu berdosanya!

Barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya,  maka Allah akan mencari-cari aibnya,  dan membongkarnya di dunia ataupun di akhirat kelak!

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam dari sahabat Tsauban:
"Jangan sekali-kali mengganggu dan menghina hamba-hamba Allah,  barang siapa yang berusaha mencari aib saudara muslim,  maka Allah akan mencari aibnya,  dan Allah buka di rumahnya sendiri."

Kisah Ibunda Aisyah yang difitnah bersama Sofwan.

Dalam satu bulan fitnah itu tersebar,  sikap Rasulullah berubah kepada Ibunda Aisyah.

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam kepada Ibunda Aisyah :
"Jika engkau memang melakukan hal tersebut,  maka bertaubatlah. Jika engkau tidak melakukannya,  maka percayalah bahwa Allah akan mengeluarkan engkau dari fitnah yang sangat keji ini."

Ibunda Aisyah akhirnya meminta izin untuk tinggal dirumah orang tuanya.

Nama Asli Abu Bakar as siddiq
- Abdullah bin abu Utsman

Setelah itu,  turunlah wahyu , firman Allah dalam An-Nur 19. Membuktikan kebersihan dan kesucian ummul mukminun, ibunda Aisyah.

Sikap Rasulullah Shollallahu alaihi pun kembali ke sedia kala terhadap ibunda Aisyah.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany