December 14, 2016

Been There, Done That

@kajianislam:
📝 Been There, Done That

-----

Terkadang Allah membiarkan hamba-Nya terjerembab di dalam lembah kemaksiatan demi kebaikan hamba-Nya tersebut.

Agar hamba tersebut mengakui bahwa segala kebaikan dan ketaatan adalah semata-mata berkat rahmat dari-Nya, yang memudahkannya untuk melakukan itu, bukan dari usahanya semata yang menyebabkan ia sombong dan bangga di hadapan manusia.

Agar hamba tersebut merasakan betapa pedihnya dibiarkan oleh Allah di dalam kemaksiatan. Betapa noktah hitam dosa telah membuat hatinya sempit.

Agar hamba tersebut rendah hati kepada seluruh manusia, kepada para pelaku kemaksiatan.

Agar kelak ketika ia melihat para pelaku kemaksiatan, ia bukanlah menjadi hakim yang memvonis mereka, atau merasa lebih baik dari mereka,

Agar timbul rasa kasih sayang dan empatinya kepada para pelaku kemaksiatan,

Agar ia menasehati mereka, karena nasehat darinya adalah nasehat yang tulus dari hati, dari seorang Insan yang juga pernah berada di posisi mereka.

Agar ketika ia melihat mereka, muncul rasa penyesalan terhadap dosa-dosa masa lalunya, seraya berkata,

"I've been there, done that...."

✏ Boris Tanesia

📲 IG dan TG @kajianislamchannel

December 02, 2016

Manusia Biasa

Salamdakwah:
👤Manusia Biasa

Orang yang mengharapkan punya teman sempurna tanpa aib dan kekurangan maka ia akan hidup tanpa teman.

Sebagai manusia biasa yang tidak ma'sum seharusnya bisa menerima orang lain yang juga manusia biasa.

Orang yang tidak bisa menerima kekurangan saudaranya dan menuntut orang lain tidak punya salah adalah orang yang paling celaka dan buruk akhlaknya. Karena secara tidak langsung dia terjebak pada dua hal:

Pertama: Dia menganggap dirinya sempurna dan bukan manusia biasa.

Kedua: Dia sadar dirinya manusia biasa juga banyak salah namun dirinya boleh salah dan orang lain tidak boleh salah. Dirinya boleh lupa namun orang lain tidak boleh.

Kedua sikap di atas adalah kebodohan. Siapakah di antara kita yang mau berfikir.

Maafkanlah saudaramu,
maklumilah ia,
berikan udzur dan
jangan lupa saling menasihati dalam kesendirian.

Bukankah kita juga disikapi demikian? Bukankah kita juga suka diampuni Allah dan dimaafkan manusia?

"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri."

Al Hadits

📝Penulis :
Abu Jafar Cecep Rahmat
(Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Tengaran)

✏️______________

💢Gabung dan ikuti Sekarang di Group dan Channel salamdakwah dengan setiap harinya anda mendapatkan :

☑️Video Kajian Terbaru
☑️Aktualita Ilmiah
☑️Tanya Ustadz
☑️ Salamdakwah Image                                                                                 

📲 TG Channel  @salamdakwah
📲 Group Telegram-Ikhwan +628158000044
📲 Group WhatsApp - Akhwat +6281510522222 &  +61455264253
🌎 www.salamdakwah.com
📺 SalwaTV  https://goo.gl/aRjNzn

======

📲 Download Sunnah GO https://goo.gl/R5cGbU

November 27, 2016

Catatan Kajian : Belajar dari Nabi Musa dan Nabi Khidir

Masjid Nurul Iman Blok M Square Lantai 7
by Ustadz : Azhar Khalid Seff

Nabi Musa bin Imron adalah nabi yang diutus kepada kaum Bani Israil.

Ketika Nabi Musa selesai khutbah yang luar biasa kepada kaumnya, ada seseorang yang berdiri dan bertanya. Ya Musa,  apakah ada orang di dunia ini yang lebih pintar dari dirimu?

Nabi Musa berpikir,  bahwa dia adalah nabiyullah,  wahyu langsung Allah, tanpa ada kesombongan dia menjawab,  tidak ada.
Kemudian turun wahyu dari Allah,  Ya Musa,  apa yang engkau tau? Sesungguhnya Allah memberikan ilmunya kepada hambanya yang ia inginkan,  sesungguhnya ada hamba Allah yang lebih berilmu dibandingkan dirimu,  yang bertempat di pertemuan air laut dan sungai,  yaitu Khidir.

Para ulama berselisih paham,  apakah Khidir adalah Nabiyallah atau orang shalih.

Alasan pendapat Khidir adalah Nabiyullah:
1. Tidak mungkin Allah memberikan wahyu kepada manusia biasa

Al-Kahfi 65
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

2. Khidir mengetahui kabar ghaib melalui Allah

Al-Kahfi 66-67
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

3. Kejadian-kejadian luar biasa yang dialami Nabi Musa dan Nabi Khidir, membuktikan kenabian Khidir.

Nabiyullah Khidir berdasarkan pendapat ulama:

1. Sejaman dengan Nabi Adam 'alaihi salam, anak Qabil
2. Bukan anak Qabil sejaman dengan bangsa Nabi Musa,  bapaknya bangsa Romawi,  ibunya Persia
3. Khudr-Hijau,  kisah nabi khidir yang sholat di suatu tanah tandus,  maka setelahnya akan tumbuh subur tanaman. Hingga ia dinamakan seperti itu.

Lanjut ke kisah sebelumnya , nabi musa menanyakan dimana bisa bertemu dengan nabi Khidir. Kemudian Allah mewahyukan agar Nabi Musa membawa bekal Ikan mati,  dan pergi ke arah laut (muara)  yang dituju. Nabi musa mengajak muridnya Yusa bin Nun.

Di tengah perjalanan, ikan yang mati tersebut hidup dan melompat ke laut. Dikarenakan terpana akan kejadian itu, Yusa lupa mengabarkan ke Nabi Musa.

Setelah itu,  Nabi Musa bertanya akan keberadaan ikan yang menjadi bekal,  maka Yusa pun teringat dan menunjukkan tempat ikan tersebut pergi. Di sanalah Nabi Khidir berada.

Dari sini dapat dipelajari betapa tawadhu'nya Nabiyullah Musa dalam menuntut Ilmu. Setinggi apapun kedudukannya.

Ilmu itu didatangi,  bukan mendatangi!
Imam Malik

Kemudian Musa bertanya kepada Khidir,  Al-Kahfi 66:
قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Faedah dari ayat ini
- Adab dan etika terhadap ustadz,  betapa sopannya Nabi Musa memohon pengajaran dari Nabi Khidir. Padahal jika dibandingkan beliau lebih tinggi kedudukannya dari Nabi Khidir,  beliau hanya sebagai Nabi sedangkan Nabi Musa adalah Nabi sekaligus Rasul.
- Meminta pengajaran dengan Lembut dan bermusyawarah, tidak langsung memaksa.
- Musa menghilangkan kebesarannya dia, dan mengikrarkan sebagai murid.

Kemudian khidir berkata dalam Al-Kahf 67:
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا

Dia menjawab: "Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.

- Nabi Khidir mempunyai pengetahuan hal ghaib (dari Allah), khidir memiliki pandangan Al-Qauniyah,  mengetahui yang akan terjadi ke depan.

Faedah membaca doa keluar rumah:
- Allah akan memberikan petunjuk kepada kita,  mana yang Haq dan Bathil
- Allah akan mencukupkan rizki kita
- Allah akan menjaga diri kita
- Syaithon tidak akan mendekati kita.

Khidir mengetahui Ilmu Gaib,  hanya dari Allah Subhanallahu wa ta'ala.
Firman Allah dalam Luqman 34:

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Ketika diminta untuk mengajarkan ilmu kepada Nabi Musa,  Nabi Khidir dengan tawadhunya menjawab bahwa Nabi Musa lebih mulia dan lebih banyak pengikutnya dari pada beliau. Cukuplah taurat dan wahyu Allah yang turun tiap hari kepada beliau.

Namun dengan tekad yang kuat,  Nabi Musa tetap mengajukan diri untuk belajar.

Khidir pun memberikan syarat,  sabar dalam menemaninya. Dan tidak menanyakan apapun kepada khidir atas apa yang dilakukannya  hingga khidir sendiri yang menjelaskan.

Kisah ini termaktub dalam Al-Kahf 65-70

Hal ini mengajarkan kita mengenai kesabaran dalam menuntut Ilmu.

- Faidah izin/toleransi,  3x.
- Seseorang yang tidak sabar mengikuti orang alim,  maka ia tidak bakal mendapatkan ilmu agama.  Barangsiapa yang dalam setiap tindakan termasuk menuntut ilmu selalu bersabar,  maka ia akan mendapatkan yang ia targetkan.
- Seseorang yang bisa sabar,  dikarenakan adanya ilmu dan pengalaman.
- Keinginan yang keras untuk memiliki sesuatu bukan berarti dia pasti mendapatkannya,  seperti keinginan Nabi Musa yang sangat ingin berguru dengan khidir,  namun karena tidak dirangkai dengan kesabaran,  maka beliau tidak mendapatkannya.
- Bolehnya menggunakan transportasi laut,  airnya suci untuk berwudhu
- Jika lupa,  tidak mendapatkan hukuman.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany

Catatan Kajian : Jangan Kau Buka Aib Saudaramu

Masjid Nurul Iman Blok M Square
Ustadz Azhar Khalid Seff,  Lc. M.A.

Nabi Shollallahu alaihi wassalam bersabda:
"Bahwasanya setiap anak Adam,  pasti pernah melakukan perbuatan kesalahan (bisa dosa, aib yang tidak mau dibuka) ", dan sebaik2nya pendosa adalah yang bertobat setelah berbuat dosa"

Manusia berbeda dengan malaikat yang diciptakan hanya untuk taat kepada Allah,  pasti terdapat kesalahan,  dosa,  perbuatan salah.

Nabi bersabda dalam khutbah Jumatnya di Arafah, "Sesungguhnya darah-darah kalian,  harta-harta dan kehormatan kalian kamu muslimin diharamkan kepada muslim lainya."

Maka jagalah aib saudaramu, saudaraku.

An Nur 19:
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam :
"Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat kelak. "

Janganlah seorang muslim membicarakan keburukan seorang muslim,  jika benar maka itu ghibah, dosa besar,  jika salah itu fitnah.

Hukumnya wajib menutupi aib seorang muslim. Bertambah wajib lagi,  jika muslim tersebut memiliki kehormatan / jabatan yang lebih tinggi,  seperti pemimpin,  ulama.

Jika ingin menasehatinya,  datangilah dia dengan cara yang baik.

Jika ada yang medzholimi kita,  misal harta kita dirampas,  maka melaporkan aib orang yang mendzholimi kita tersebut ke pihak yang berwenang,  merupakan ghibah yang diperbolehkan.

Haram hukumnya mencari-cari kesalahan orang lain.

Kisah di zaman sahabat nabi,  Umar bin khattab.
Ada seseorang yang menceritakan kisah seorang putrinya yang dilamar seseorang,  si ayah mengetahui aib anaknya sebelum anaknya bertaubat. Ia bertanya,  apakah dia harus menceritakan kepada calon anaknya tersebut perihal aib anaknya. Umar R. A berkata,
"Apakah engkau akan membuka sesuatu yang telah ditutup oleh Allah Subhanallahu wa ta'ala.??! "

Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam "Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya,  iman tersebut tidak akan masuk ke dalam qalbunya,  sampai kita bisa meninggalkan ghibah,  baru iman tersebut masuk ke dalam hati kita. "

Tattabu' : suka mencari-cari aib seorang muslim.
Aib=aurat
Aurat : sesuatu yang malu untuk kita lihat,  atau perlihatkan ke orang lain.

Seseorang yang mencari-cari aib saudaranya sama seperti menelanjangi saudaranya!
Naudzubillah! Begitu berdosanya!

Barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya,  maka Allah akan mencari-cari aibnya,  dan membongkarnya di dunia ataupun di akhirat kelak!

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam dari sahabat Tsauban:
"Jangan sekali-kali mengganggu dan menghina hamba-hamba Allah,  barang siapa yang berusaha mencari aib saudara muslim,  maka Allah akan mencari aibnya,  dan Allah buka di rumahnya sendiri."

Kisah Ibunda Aisyah yang difitnah bersama Sofwan.

Dalam satu bulan fitnah itu tersebar,  sikap Rasulullah berubah kepada Ibunda Aisyah.

Sabda Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam kepada Ibunda Aisyah :
"Jika engkau memang melakukan hal tersebut,  maka bertaubatlah. Jika engkau tidak melakukannya,  maka percayalah bahwa Allah akan mengeluarkan engkau dari fitnah yang sangat keji ini."

Ibunda Aisyah akhirnya meminta izin untuk tinggal dirumah orang tuanya.

Nama Asli Abu Bakar as siddiq
- Abdullah bin abu Utsman

Setelah itu,  turunlah wahyu , firman Allah dalam An-Nur 19. Membuktikan kebersihan dan kesucian ummul mukminun, ibunda Aisyah.

Sikap Rasulullah Shollallahu alaihi pun kembali ke sedia kala terhadap ibunda Aisyah.

Semoga bermanfaat..
Barakallah fiikum..
@nabarianfany

September 25, 2016

Catatan Kajian : Transfer Pahala

Masjid Nurul Iman Blok M Square
By Ustadz Azhar Khalid Sheff,  MA.

Amalan berikut masih bisa sampai ke orang-orang yang telah meninggal

1. Doa dan istighfar

Doa untuk si mayit:

Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَحَفِظْتُ مِنْ دُعَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan jenazah, dan saya hafal do’a yang beliau ucapkan: “ALLAHUMMAGHFIR LAHU, WARHAMHU, WA ‘AAFIHI, WA’FU ‘ANHU. WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI’ MUDKHALAHU. WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI, WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADHA MINAD DANASI. WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI. WA ADKHILHUL JANNATA, WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI, AU MIN ‘ADZAABIN NAAR. (Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia, dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya. Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk, dan bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan istri di dunia dengan istri yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).” Hingga saya (Auf) berangan-angan seandainya saya saja yang menjadi mayit itu.” (HR. Muslim no. 963)

Mendoakan mayit,  selagi kita masih di dunia,  insyaAllah sampai kepada si mayit.

*Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk,
Mandikan mayit dengan air dingin,  karena dosa itu panas. 

*serta gantilah keluarganya..
Kehidupan disurga, semuanya sempurna. Tidak ada cacat. Gantilah keluarganya disini artinya mendoakan agar si mayit mendapatkan kondisi keluarga yang lebih baik lagi (tentunya)  daripada yang di dapatkan di dunia.

Kewajiban anak setelah orang tua meninggal:
- mendoakan kedua orang tua kita
- memintakan ampunan untuk orang tua kita
- melaksanakan wasiat orang tua
- mempergauli kerabat dan sahabat orang tua semasih hidup dengan baik

2. Bersedekah atas nama orang yang meninggal dunia
Bersedekah seperti ini diperbolehkan. Hal ini tidak bertentangan denga firman Allah.

An-Najm 39
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya

Ayat di atas bukan menentang perihal bersedekah atas nama orang yang meninggal,  namun memotivasi agar berusaha gigih dalam beramal.

Sesungguhnya Allah jalla wa jalla bersedekah atas nama kalian di sepertiga harta kalian untuk menambah kebaikan saat kalian meninggal dunia.

3. Membadalkan haji atau umrah untuknya.
Siapapun bisa dihajikan,  kerabat,  sahabat,  orang tua.
Catatan:
1. Yang mengumrahkan atau menghajikan sudah haji dan umrah.
2. Jangan berulang-ulang. (Sekali berangkat untuk satu orang)
3. Boleh untuk orang yang masih hidup,  namun sudah tua dan tidak mampu berumrah dan berhaji,  apalagi perjalanan jauh.

Kewajiban haji jatuh ke manusia,  jika terpenuhi:

Laki-laki
1. Finansial
2. Fisik

Wanita
1. Finansial
2. Fisik
3. Mahram

Dalil terkait mahram:
An-Nisa 23-24

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

4. Berkaitan dengan hutang puasa wajib

Puasa wajib
1. Ramadhan
2. Nadzar
3. Kafarat

Hadits Rasulullah Shollallahu 'alaihi wassalam:
Barangsiapa yang meninggal dunia dan memiliki hutang puasa,  maka ahli waris wajib membayar hutang puasa mayit tersebut (HR. Mutaffaqun 'Alaihi)

Hutang puasa boleh dibagi peranak, namun tidak boleh dalam satu hari bersamaan.

Hadits dari Sa'ad bin Ubadah,
Ya Rasulullah,  sesungguhnya ibuku yang sudah meninggal dan memiliki nadzar puasa,  namun belum terlaksana. Rasulullah menjawab,  berpuasalah untuk ibumu.

Untuk puasa kafarat, disebabkan oleh
1. Berpuasa denda dikarenakan pergaulan suami istri,  disiang Ramadhan. yang bayar suaminya.
2. Sumpah Palsu
Al Maidah 89
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

5. Melunasi nadzar orang tua kita berkaitan dengan ketaatan kepada Allah

Misal,  orang tua bernadzar  jika rumah terjual akan memberikan 10% untuk pembangunan masjid.

Ingat, Tidak akan pernah sampai !!
- bacaan qur'an untuk orang meninggal
- berqurban untuk mayit (kecuali jika nadzar dari si mayit sebelumnya)

Tambahan di akhir kajian,
4 Golongan yang boleh fidyah
1. Sakit menahun
2. Sudah tua
3. Perempuan hamil
4. Perempuan menyusui

Note:
Sumber Utama:
Kajian
Tempat: Masjid Nurul Iman Blok M Square Lt.7 Blok M Jakarta Selatan
Pemateri: Ustadz Azhar Khalid bin Seff, MA
Tema: Transfer Pahala
Waktu: 09.30 – Selesai
PIC : 0838 0615 1538
*****

Sumber tambahan:
*Bacaan doa untuk mayit,
http://al-atsariyyah.com/bacaan-dalam-shalat-jenazah.html

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum..
@nabarianfany