July 02, 2012

Penjelasan Etika Normatif beserta Contoh


BAB I
PENJELASAN ETIKA NORMATIF


Secara umum etika, bisa dikelompokan dalam tiga kategori, yaitu etika deskriptif, etika normatif, dan metaetika (K. Bertens: 2005). Sedangkan menurut para penulis lain dikelompokan dam dua katagori, yaitu etika deskriptif dan etika normatif saja (A. Sonny Keraf: 2005).
I.1 DEFINISI DAN PENJELASAN ETIKA NORMATIF
Etika normatif yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Etika normatif tidak berbicara lagi tentang gejala-gejala, melainkan tentang apa yang sebenarnya harus merupakan tindakan kita. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai, dan sikap manusia ditentukan (Hamersma, 1994:24). Jadi, etika normatif berbicara mengenai pelbagai norma yang menuntun tingkah laku manusia. Etika Normatif memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Ia menghimbau manusia untuk bertindak yang baik dan menghindari yang jelek.
Hal yang sama juga dirumuskan Bertens (1993:18) dengan mengatakan bahwa etika normatif itu tidak deskriptif melainkan preskriptif (memerintahkan), tidak melukiskan melainkan menentukan benar-tidaknya tingkah laku atau anggapan moral. Untuk itu ia mengadakan argumentasi-argumentasi. Jadi, ia mengemukakan alasan-alasan mengapa suatu anggapan moral dapat dianggap benar atau salah.

Berbeda dengan etika deskriptif yang bersifat penggambaran dan melukiskan sebuah peristiwa yang terjadi dan berkembang di masyarakat. Para ahli etika normatif dalam bahasannya tidak bertindak sebagai penonton netral saja, tetapi yang bersangkutan melibatkan diri dengan kajian penilaian tentang perilaku manusia. Penilaian baik dan buruk mengenai tindakan individu atau kelompok masyarakat tertentu dalam etika normatif selalu dikaitkan dengan norma–norma yang dapat menuntun manusia untuk bertindak secara baik dan menghindarkan hal hal yang buruk sesuai dengan kaidah dan norma yang disepakati dan  berlaku di masyarakat. Dalam pembahasan etika  normatif, seorang ahli memberikan suatu argumentasi argumentasi yang mengemukakan latar belakang mengapa suatu perilaku dianggap baik atau buruk sisertai analisis moral yang dianggap benar dan salah yang bertumpu kepada norma – norma atau prinsip prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan baik secara keilmuan maupun empiris. Para ahli memberikan penilaian objektif yang mempertimbangkan seluruh situasi dari individu atau kelompok masyarakat yang melakukan suatu tindakan didasari acuan–acuan yang meliputi kondisi fisik, psikologi, pendidikan, budaya dan sebagainya.  Nilai Normatif adalah suatu hal yang preskriptif (memerintahkan) , jadi merupakan suatu hal – hal yang tidak dapat ditawar – tawar lagi karena memberlakukan suatu kondisi perilaku individu atau kelompok masyarakat didasari oleh suatu penilaian moral.
BAB II
PENERAPAN ETIKA NORMATIF

Dalam etika normatif ini, subyek yang bersangkutan tidak bertindak sebagai penonton netral, tetapi dia melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian tentang prilaku individu, masyarakat, dan kebudayaannya. Penilaian tersebut dibuat atas dasar norma-norma. “Martabat manusia harus dipelihara dan dihormati” dapat dianggap sebagai contoh norma tersebut. Contoh penerapan etika normatif adalah,
1.      Kebiasaan minum tuak harus ditolak, karena dapat menghilangkan kesadaran manusia dan merusak organ tubuhnya.
2.      Kebiasaan prostitusi, harus ditolak, karena bertentangan dengan martabat manusia.
3.      Kebiasaan menggunakan NARKOBA harus ditolak karena dapat merusak organ tubuh (menyiksa diri sendiri)
4.      Dilarang menghilangkan nyawa orang lain yang tidak bersalah
5.      Menolak kebiasaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena dapat merugikan orang lain.
6.      Menolak kebiasaan aborsi karena termasuk tindakan menghilangkan nyawa orang lain dan menyiksa diri sendiri.
Berdasarkan contoh di atas dapat dirumuskan bahwa etika normatif tidak deskriptif, melainkan preskriptif (memerintahkan). Etika normatif tidak menggambarkan, tetapi menentukan benar tidaknya suatu perbuatan. Etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat dipergunakan dalam praktek.
BAB III
KESIMPULAN

Etika normatif menjelaskan tentang norma-norma yang menjadi rujukan dalam bertindak, yaitu:
  • penilaian dan himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku, dan
  • berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika normatif tidak menggambarkan, tetapi menentukan benar tidaknya suatu perbuatan. Etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat dipergunakan dalam praktek.


DAFTAR PUSTAKA


Bertens, K. 1993. Etika. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
etika.html [Diakses 18 Desember 2011, 12.45 WIB]
deskriptif-etika-normatif-etika-umum-etika-khusus-etika-pribadi-dan-etika-
sosial-beserta-contoh/mrdetail/17177/  [Diakses 15 Desember2011, 19.30 WIB]




No comments:

Post a Comment