BAB I
PENJELASAN ETIKA NORMATIF
Secara
umum etika, bisa dikelompokan dalam tiga kategori, yaitu etika deskriptif,
etika normatif, dan metaetika (K. Bertens: 2005). Sedangkan menurut para
penulis lain dikelompokan dam dua katagori, yaitu etika deskriptif dan etika
normatif saja (A. Sonny Keraf: 2005).
I.1 DEFINISI DAN PENJELASAN
ETIKA NORMATIF
Etika normatif yaitu etika yang berusaha menetapkan
berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia
dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian
sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan
diputuskan.
Etika
normatif tidak berbicara lagi tentang gejala-gejala, melainkan tentang apa yang
sebenarnya harus merupakan tindakan kita. Dalam etika normatif, norma-norma
dinilai, dan sikap manusia ditentukan (Hamersma, 1994:24). Jadi, etika normatif
berbicara mengenai pelbagai norma yang menuntun tingkah laku manusia. Etika
Normatif memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak
sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma. Ia menghimbau manusia
untuk bertindak yang baik dan menghindari yang jelek.
Hal
yang sama juga dirumuskan Bertens (1993:18) dengan mengatakan bahwa etika
normatif itu tidak deskriptif melainkan preskriptif (memerintahkan), tidak
melukiskan melainkan menentukan benar-tidaknya tingkah laku atau anggapan
moral. Untuk itu ia mengadakan argumentasi-argumentasi. Jadi, ia mengemukakan
alasan-alasan mengapa suatu anggapan moral dapat dianggap benar atau salah.
Berbeda dengan etika deskriptif yang bersifat
penggambaran dan melukiskan sebuah peristiwa yang terjadi dan berkembang di
masyarakat. Para ahli etika normatif dalam bahasannya tidak bertindak sebagai
penonton netral saja, tetapi yang bersangkutan melibatkan diri dengan kajian
penilaian tentang perilaku manusia. Penilaian baik dan buruk mengenai tindakan
individu atau kelompok masyarakat tertentu dalam etika normatif selalu
dikaitkan dengan norma–norma yang dapat menuntun manusia untuk bertindak secara
baik dan menghindarkan hal hal yang buruk sesuai dengan kaidah dan norma yang
disepakati dan berlaku di masyarakat. Dalam pembahasan
etika normatif, seorang ahli memberikan suatu argumentasi argumentasi
yang mengemukakan latar belakang mengapa suatu perilaku dianggap baik atau
buruk sisertai analisis moral yang dianggap benar dan salah yang bertumpu
kepada norma – norma atau prinsip prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan
baik secara keilmuan maupun empiris. Para ahli memberikan penilaian objektif
yang mempertimbangkan seluruh situasi dari individu atau kelompok masyarakat
yang melakukan suatu tindakan didasari acuan–acuan yang meliputi kondisi fisik,
psikologi, pendidikan, budaya dan sebagainya.
Nilai Normatif adalah suatu hal yang preskriptif
(memerintahkan) , jadi merupakan suatu hal – hal yang tidak dapat ditawar –
tawar lagi karena memberlakukan suatu kondisi perilaku individu atau kelompok
masyarakat didasari oleh suatu penilaian moral.
BAB II
PENERAPAN ETIKA NORMATIF
Dalam etika normatif ini,
subyek yang bersangkutan tidak bertindak sebagai penonton netral, tetapi dia
melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian tentang prilaku individu,
masyarakat, dan kebudayaannya. Penilaian tersebut dibuat atas dasar
norma-norma. “Martabat manusia harus dipelihara dan dihormati” dapat
dianggap sebagai contoh norma tersebut. Contoh penerapan etika normatif adalah,
1.
Kebiasaan minum tuak
harus ditolak, karena dapat menghilangkan kesadaran manusia dan merusak
organ tubuhnya.
2.
Kebiasaan prostitusi,
harus ditolak, karena bertentangan dengan martabat manusia.
3.
Kebiasaan menggunakan
NARKOBA harus ditolak karena dapat merusak organ tubuh (menyiksa diri sendiri)
4.
Dilarang menghilangkan
nyawa orang lain yang tidak bersalah
5.
Menolak kebiasaan
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena dapat merugikan orang lain.
6.
Menolak kebiasaan aborsi
karena termasuk tindakan menghilangkan nyawa orang lain dan menyiksa diri
sendiri.
Berdasarkan contoh di atas dapat
dirumuskan bahwa etika normatif tidak deskriptif, melainkan preskriptif
(memerintahkan). Etika normatif tidak menggambarkan, tetapi menentukan
benar tidaknya suatu perbuatan. Etika normatif bertujuan merumuskan
prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat
dipergunakan dalam praktek.
BAB III
KESIMPULAN
Etika normatif menjelaskan
tentang norma-norma yang menjadi rujukan dalam bertindak, yaitu:
- penilaian dan
himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan
norma yang berlaku, dan
- berusaha
menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki
oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika normatif tidak
menggambarkan, tetapi menentukan benar tidaknya suatu perbuatan. Etika normatif
bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan
secara rasional dan dapat dipergunakan dalam praktek.
DAFTAR PUSTAKA
Bertens, K. 1993. Etika.
PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
etika.html
[Diakses 18 Desember 2011, 12.45 WIB]
deskriptif-etika-normatif-etika-umum-etika-khusus-etika-pribadi-dan-etika-
sosial-beserta-contoh/mrdetail/17177/
[Diakses 15 Desember2011, 19.30 WIB]
No comments:
Post a Comment