September 25, 2016

Catatan Kajian : Transfer Pahala

Masjid Nurul Iman Blok M Square
By Ustadz Azhar Khalid Sheff,  MA.

Amalan berikut masih bisa sampai ke orang-orang yang telah meninggal

1. Doa dan istighfar

Doa untuk si mayit:

Auf bin Malik radhiallahu anhu berkata:
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَحَفِظْتُ مِنْ دُعَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ
“Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan jenazah, dan saya hafal do’a yang beliau ucapkan: “ALLAHUMMAGHFIR LAHU, WARHAMHU, WA ‘AAFIHI, WA’FU ‘ANHU. WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI’ MUDKHALAHU. WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI, WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADHA MINAD DANASI. WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI. WA ADKHILHUL JANNATA, WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI, AU MIN ‘ADZAABIN NAAR. (Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia, dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya. Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk, dan bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan istri di dunia dengan istri yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).” Hingga saya (Auf) berangan-angan seandainya saya saja yang menjadi mayit itu.” (HR. Muslim no. 963)

Mendoakan mayit,  selagi kita masih di dunia,  insyaAllah sampai kepada si mayit.

*Bersihkanlah ia dengan air, salju, dan air yang sejuk,
Mandikan mayit dengan air dingin,  karena dosa itu panas. 

*serta gantilah keluarganya..
Kehidupan disurga, semuanya sempurna. Tidak ada cacat. Gantilah keluarganya disini artinya mendoakan agar si mayit mendapatkan kondisi keluarga yang lebih baik lagi (tentunya)  daripada yang di dapatkan di dunia.

Kewajiban anak setelah orang tua meninggal:
- mendoakan kedua orang tua kita
- memintakan ampunan untuk orang tua kita
- melaksanakan wasiat orang tua
- mempergauli kerabat dan sahabat orang tua semasih hidup dengan baik

2. Bersedekah atas nama orang yang meninggal dunia
Bersedekah seperti ini diperbolehkan. Hal ini tidak bertentangan denga firman Allah.

An-Najm 39
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya

Ayat di atas bukan menentang perihal bersedekah atas nama orang yang meninggal,  namun memotivasi agar berusaha gigih dalam beramal.

Sesungguhnya Allah jalla wa jalla bersedekah atas nama kalian di sepertiga harta kalian untuk menambah kebaikan saat kalian meninggal dunia.

3. Membadalkan haji atau umrah untuknya.
Siapapun bisa dihajikan,  kerabat,  sahabat,  orang tua.
Catatan:
1. Yang mengumrahkan atau menghajikan sudah haji dan umrah.
2. Jangan berulang-ulang. (Sekali berangkat untuk satu orang)
3. Boleh untuk orang yang masih hidup,  namun sudah tua dan tidak mampu berumrah dan berhaji,  apalagi perjalanan jauh.

Kewajiban haji jatuh ke manusia,  jika terpenuhi:

Laki-laki
1. Finansial
2. Fisik

Wanita
1. Finansial
2. Fisik
3. Mahram

Dalil terkait mahram:
An-Nisa 23-24

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

4. Berkaitan dengan hutang puasa wajib

Puasa wajib
1. Ramadhan
2. Nadzar
3. Kafarat

Hadits Rasulullah Shollallahu 'alaihi wassalam:
Barangsiapa yang meninggal dunia dan memiliki hutang puasa,  maka ahli waris wajib membayar hutang puasa mayit tersebut (HR. Mutaffaqun 'Alaihi)

Hutang puasa boleh dibagi peranak, namun tidak boleh dalam satu hari bersamaan.

Hadits dari Sa'ad bin Ubadah,
Ya Rasulullah,  sesungguhnya ibuku yang sudah meninggal dan memiliki nadzar puasa,  namun belum terlaksana. Rasulullah menjawab,  berpuasalah untuk ibumu.

Untuk puasa kafarat, disebabkan oleh
1. Berpuasa denda dikarenakan pergaulan suami istri,  disiang Ramadhan. yang bayar suaminya.
2. Sumpah Palsu
Al Maidah 89
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

5. Melunasi nadzar orang tua kita berkaitan dengan ketaatan kepada Allah

Misal,  orang tua bernadzar  jika rumah terjual akan memberikan 10% untuk pembangunan masjid.

Ingat, Tidak akan pernah sampai !!
- bacaan qur'an untuk orang meninggal
- berqurban untuk mayit (kecuali jika nadzar dari si mayit sebelumnya)

Tambahan di akhir kajian,
4 Golongan yang boleh fidyah
1. Sakit menahun
2. Sudah tua
3. Perempuan hamil
4. Perempuan menyusui

Note:
Sumber Utama:
Kajian
Tempat: Masjid Nurul Iman Blok M Square Lt.7 Blok M Jakarta Selatan
Pemateri: Ustadz Azhar Khalid bin Seff, MA
Tema: Transfer Pahala
Waktu: 09.30 – Selesai
PIC : 0838 0615 1538
*****

Sumber tambahan:
*Bacaan doa untuk mayit,
http://al-atsariyyah.com/bacaan-dalam-shalat-jenazah.html

Semoga bermanfaat.

Barakallahu fiikum..
@nabarianfany

No comments:

Post a Comment